Cara Menghitung Sisa Oksigen pada Breathing Apparatus di Ruang Terbatas

Salah satu alat pelindung diri (APD) yang sangat penting di ruang terbatas adalah Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA). APD SCBA ini berfungsi untuk melindungi Anda dari atmosfer berbahaya, salah satunya kekurangan oksigen saat di ruang terbatas. Seperti yang Anda ketahui, bahwa jumlah oksigen di confined space sangatlah terbatas dan tak menutup kemungkinan membahayakan nyawa semua pekerja. Oleh karena itu, memahami cara menghitung sisa oksigen pada breathing apparatus di ruang terbatas menjadi langkah yang cerdas untuk Anda lakukan. Jadi, simak selengkapnya di sini!

Pengertian Breathing Apparatus (BA)

Self-Contained Breathing Apparatus (SCBA) adalah jenis APD yang berguna untuk melindungi pekerja dari atmosfer berbahaya. Sementara itu, Breathing Apparatus (BA) adalah alat bantu pernapasan yang dirancang untuk memberikan suplai udara bersih dari tabung oksigen atau udara bertekanan kepada pengguna. Dalam konteks keselamatan kerja, alat ini digunakan di area yang memiliki potensi kekurangan oksigen, paparan gas beracun, atau lingkungan yang tidak mendukung pernapasan normal. 

Mengapa Penting Menghitung Sisa Oksigen pada SCBA?

Sebelum mengetahui cara menghitung sisa oksigen pada breathing apparatus di ruang terbatas, Anda juga perlu memahami pentingnya melakukan hal ini. Pada intinya, menghitung sisa oksigen pada SCBA bukan hanya prosedur teknis, melainkan langkah krusial untuk menghindari kecelakaan fatal. 

Pekerja di ruang terbatas tidak bisa begitu saja memperkirakan waktu pemakaian berdasarkan intuisi, karena setiap orang memiliki laju pernapasan yang berbeda tergantung aktivitas, suhu, dan kondisi fisik. Jika pekerja tidak mengetahui berapa lama udara dalam tabung bisa bertahan, risiko kehabisan oksigen di tengah pekerjaan sangat besar. Hal ini bisa menyebabkan pingsan, kehilangan kesadaran, atau bahkan kematian akibat asfiksia (kekurangan oksigen).

Parameter Dasar untuk Menghitung Sisa Oksigen

Sebelum mengetahui cara menghitung sisa oksigen pada breathing apparatus, Anda wajib memahami parameter dasar sebelum mulai perhitungannya. Berikut ini parameter dasar yang perlu Anda ketahui.

1. Volume

Volume menunjukkan kapasitas udara yang dapat ditampung oleh tabung SCBA, biasanya dalam satuan liter. Misalnya, sebuah tabung berukuran 6,8 liter atau 9 liter. Volume ini menjadi faktor utama karena semakin besar kapasitasnya, semakin banyak udara yang tersedia untuk digunakan.

2. Pressure

Pressure atau tekanan menggambarkan seberapa padat udara yang dikompresi di dalam tabung. Tekanan diukur dalam satuan bar, biasanya berkisar antara 0-300 bar pada tabung SCBA standar. Tekanan yang tinggi berarti udara lebih banyak dikompres di dalam ruang yang sama, sehingga dapat digunakan lebih lama. Sebaliknya, jika tekanan berkurang akibat kebocoran atau penggunaan sebelumnya, durasi pemakaian juga berkurang signifikan.

3. Safety Factor

Safety factor atau faktor keamanan merupakan jumlah waktu atau volume udara yang disisihkan untuk keadaan darurat. Biasanya, 10 hingga 15 menit dari total durasi udara disisihkan sebagai cadangan. Faktor ini sangat penting karena memungkinkan pengguna memiliki waktu ekstra untuk keluar dari ruang terbatas jika terjadi kondisi tidak terduga seperti peningkatan aktivitas fisik atau gangguan alat. Tanpa safety factor, pekerja bisa kehabisan udara saat masih di area berbahaya.

4. Konstanta Laju Pernapasan

Konstanta ini merepresentasikan jumlah udara yang digunakan seseorang per menit, umumnya 40 liter per menit tergantung tingkat aktivitas. Laju pernapasan inilah yang menjadi dasar untuk menghitung berapa lama udara dalam tabung akan bertahan selama bekerja di ruang terbatas.

Cara Menghitung Sisa Oksigen pada Breathing Apparatus

Setelah memahami parameter dasar apa saja yang digunakan dalam perhitungan, saatnya Anda mengetahui proses menghitungnya. Berikut cara menghitung sisa oksigen pada breathing apparatus.

Rumus:

Durasi Penggunaan SCBA: (Volume (liter) x Pressure (bar) ) / 40 – Safety Factor

Keterangan:

  • Volume × Pressure menunjukkan total udara yang tersedia di tabung (dalam liter udara bebas).
  • Angka 40 digunakan sebagai konstanta untuk mengonversi berdasarkan laju pernapasan rata-rata manusia.
  • Safety Factor dikurangkan agar tersisa cadangan udara untuk keadaan darurat.

Contoh Perhitungan:

Suatu hari, sedang terjadi kecelakaan di dalam tangki penyimpanan dalam proyek pelabuhan. Pada hari kejadian, seorang welder sedang melakukan pengelasan di area sekitar tangki, sehingga mengharuskan Tim Penyelamat untuk masuk ke dalam area tersebut..

Kemudian, telah diketahui volume pada tabung SCBA di PT. A 7,6 liter dengan tekanan 320 bar, lalu berapa sisa durasi penggunaan SCA tersebut?

Jawaban:

Durasi= ((7,6 liter x 320 bar) / 40) – 10 menit

Durasi= 50,8 menit

Jadi, kesimpulannya adalah Tim Penyelamat harus bisa melakukan penyelamatan terhadap welder dalam waktu 50,8 menit. 

Cara Menghitung Sisa Oksigen

Tips Keamanan Saat Menggunakan Breathing Apparatus di Ruang Terbatas

Selain mengetahui cara menghitung sisa oksigen pada breathing apparatus, Anda juga wajib memahami tips menggunakan alat pelindung diri ini. Tujuannya tidak lain demi menjaga keselamatan Anda saat berada di ruang terbatas. Berikut tips yang bisa Anda ikuti.

1. Lakukan Pemeriksaan Alat sebelum Digunakan

Sebelum digunakan, pastikan seluruh komponen BA seperti tabung, masker, regulator, dan katup pengaman dalam kondisi baik. Pemeriksaan visual penting untuk mendeteksi kebocoran, retakan, atau kerusakan pada selang yang bisa mengganggu aliran udara.

2. Periksa Tekanan Udara

Tekanan udara di tabung harus sesuai standar, biasanya antara 200 hingga 300 bar. Jika tekanan sudah turun di bawah batas aman, tabung tidak boleh digunakan karena durasi udara tidak akan sesuai dengan perhitungan awal.

3. Identifikasi Lingkungan Kerja

Kenali kondisi ruang terbatas sebelum masuk — termasuk kadar oksigen, keberadaan gas beracun, serta kemungkinan sumber panas atau api. Identifikasi ini membantu menentukan jenis SCBA yang paling sesuai dan durasi kerja maksimal.

4. Pakai SCBA dengan Benar

Pastikan masker terpasang rapat tanpa celah di wajah untuk mencegah kebocoran udara. Regulator harus dalam posisi on sebelum masuk ke area berisiko, dan tali pengikat tabung disesuaikan agar tidak mengganggu pergerakan.

5. Selalu Pantau Tekanan Udara

Tekanan udara harus dipantau secara berkala selama penggunaan. Banyak SCBA dilengkapi indikator tekanan yang dapat membantu pengguna mengetahui kapan harus keluar dari area kerja sebelum udara benar-benar habis.

6. Hindari Gerakan Berlebihan

Gerakan yang terlalu aktif dapat meningkatkan laju pernapasan, sehingga udara dalam tabung cepat habis. Gunakan energi seefisien mungkin dan hindari aktivitas fisik yang tidak perlu di dalam ruang terbatas.

7. Setelah Digunakan, Matikan Aliran Udara & Simpan di Tempat yang Aman

Setelah pekerjaan selesai, matikan aliran udara dan lepaskan perlahan. Simpan SCBA di tempat yang kering, bersih, dan terlindung dari sinar matahari langsung agar masa pakainya tetap panjang dan performanya tetap optimal.

Penutup

Dengan memahami cara menghitung sisa oksigen pada breathing apparatus serta mengikuti prosedur penggunaan yang benar, setiap pekerja dapat menjaga keselamatan diri dan timnya saat bekerja di ruang terbatas Tak heran, bila Anda wajib memiliki pengetahuan dan keterampilan dalam menerapkan prosedur K3 di ruang terbatas.

Nah, salah satu cara terbaiknya adalah mengikuti pelatihan K3 confined space atau ruang terbatas di PT Mandiri Maha Daya. Bersama mentor profesional, Anda akan diajarkan teori-teori dasar pengimplementasian prosedur K3 di ruang terbatas hingga evakuasi penyelamatan saat terjadi kondisi darurat. Bila tertarik, Anda bisa langsung menghubungi tim marketing kami dengan tekan tombol WhatsApp yang ada di pojok bawah ini.