Pelatihan K3 Scaffolding Kemnaker
DAFTAR SEKARANG!!!
Pelatihan K3 Scaffolding di PT Mandiri Maha Daya (MMD) merupakan program pelatihan yang dirancang untuk meningkatkan pengetahuan, keterampilan, dan kompetensi tenaga kerja dalam pemasangan, penggunaan, pemeriksaan, serta pembongkaran perancah (scaffolding) dengan mengutamakan standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Pelatihan ini ditujukan bagi tenaga kerja yang terlibat dalam pekerjaan konstruksi, pemeliharaan gedung, industri, dan pekerjaan di ketinggian, baik sebagai teknisi scaffolding maupun supervisor scaffolding. Melalui pelatihan ini, peserta akan memahami pentingnya penerapan prosedur keselamatan untuk mencegah risiko kecelakaan, seperti terjatuh dari ketinggian, tertimpa material, maupun kegagalan struktur perancah.
Materi pelatihan mencakup pengenalan jenis dan komponen scaffolding, standar keselamatan konstruksi perancah, teknik pemasangan dan pembongkaran yang benar, pemeriksaan kelayakan struktur, perhitungan kapasitas beban, serta identifikasi potensi bahaya dan pengendalian risiko. Peserta juga akan mempelajari penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), sistem perlindungan jatuh (fall protection), prosedur inspeksi scaffolding, pemasangan platform kerja, akses naik dan turun yang aman, serta pengendalian area kerja. Melalui kombinasi pembelajaran teori dan praktik, peserta diharapkan mampu memahami persyaratan teknis perancah dan menerapkan prosedur kerja aman sesuai tanggung jawab serta kompetensi masing-masing.
Melalui program Pelatihan K3 Scaffolding, PT Mandiri Maha Daya berkomitmen membantu perusahaan mempersiapkan tenaga kerja yang kompeten, profesional, dan memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan kerja di ketinggian. Pelatihan ini diharapkan dapat meningkatkan kemampuan teknisi dalam melakukan pemasangan dan pembongkaran scaffolding secara aman, sekaligus membekali supervisor dengan pengetahuan untuk mengawasi, memeriksa, dan memastikan kelayakan perancah sebelum digunakan. Dengan tenaga kerja yang memahami standar K3 scaffolding, perusahaan dapat meminimalkan risiko kecelakaan, meningkatkan kualitas pekerjaan, serta menciptakan lingkungan kerja yang lebih aman, tertib, dan produktif.
Materi Pelatihan K3 Scaffolding
- Peraturan perundangan K3 konstruksi bangunan
- Pengetahuan dasar perancah
- Jenis – jenis perancah
- Standar dan pedoman teknis perancah
- Supervisi dan pemeriksaan perancah
- Dasar-Dasar penilaian beban perancah
- Perencanaan kerja konstruksi perancah
- Prosedur kerja aman perancah.
Fasilitas Pelatihan K3 Scaffolding
- Sertifikat Kemnaker RI
- SIO/Lisensi Kemnaker RI
- Sertifikat Internal MMD
- Surat Keterangan Lulus
- Modul Pelatihan
- Alat Penunjang Training
- Training Kit
- Coffee Break Dan Makan Siang
Persyaratan Peserta Training
- Pendidikan minimal SMA / Sederajat
- Surat Keterangan Sehat
- Scan KTP 1 lembar
- Scan Ijazah 1 lembar
- Pas foto berwarna 4×6 dan 2×2 (masing – masing 2 lembar background merah)
- Pakta Integritas
Apa Keunggulan Mendapatkan Pelatihan K3 Scaffolding ?
Memiliki Legalitas dan Lisensi Resmi (Kemnaker RI)
Memperoleh Lisensi K3 (SIO) dan Sertifikat resmi dari Kementerian Ketenagakerjaan Republik Indonesia sebagai bukti kompetensi sah untuk merakit, memeriksa, maupun mengawasi pemasangan perancah di proyek kerja.
Keahlian Merancang & Mendirikan Perancah yang Aman
Dibekali pemahaman teknis mengenai analisis kekuatan struktur, daya dukung beban (load capacity), ikatan perancah (tie-in), serta teknik pemasangan pipa dan clamp yang sesuai standar keselamatan untuk mencegah risiko perancah roboh.
Meningkatkan Keselamatan Kerja di Ketinggian
Menguasai prosedur identifikasi bahaya jatuh, penggunaan Alat Pelindung Diri (APD) penahan jatuh (full body harness & lanyard), inspeksi harian perancah (scafftag system), serta mitigasi insiden fatal di area kerja tinggi.
Meningkatkan Daya Saing & Prospek Karier Industri
Memiliki sertifikasi spesifik yang sangat dicari di sektor-sektor berisiko tinggi seperti konstruksi gedung, proyek jembatan, kilang migas, petrokimia, pertambangan, dan galangan kapal.
Kenapa Harus Memilih PT Mandiri Maha Daya Untuk Pelatihan K3 ?
- Harga terjangkau dan banyak promo
- Mendapatkan sertifikat resmi Kemnaker
- Mendapatkan surat keterangan lulus (SKL)
- Mendapat jaminan lulus 100%. s&k berlaku
- Mendapatkan sertifikat internal
- Mendapatkan aksesoris penunjang training
- Diajarkan oleh pengajar dari Kemnaker langsung
Pekerjaan Yang Bisa Anda Dapatkan
Teknisi Scaffolder / Scaffolder Terampil (Erector & Dismantler)
Bertanggung jawab langsung dalam melakukan perakitan, penyesuaian, dan pembongkaran struktur perancah (seperti frame scaffolding atau tubular scaffolding) di area kerja tinggi sesuai dengan desain keteknikan dan standar keselamatan K3.
Inspektur / Inspector K3 Scaffolding (Scaffolding Inspector)
Bertugas melakukan verifikasi, inspeksi berkala, serta kelayakan teknis sebelum perancah digunakan. Inspektur bertanggung jawab memasang status Scafftag (hijau untuk layak pakai, kuning/merah untuk dibatasi/dilarang) untuk memastikan struktur aman dari bahaya roboh.
Supervisor / Pengawas K3 Scaffolding (Scaffolding Supervisor)
Memimpin dan mengawasi tim scaffolder di lapangan, merancang kalkulasi beban perancah (load calculation), memastikan kepatuhan penggunaan APD penahan jatuh (full body harness), serta menyusun prosedur kerja aman (Job Safety Analysis / JSA).
Teknisi Pemeliharaan Fasilitas Industri & Galangan Kapal (Plant & Shipyard Scaffolder)
Menangani pemasangan perancah khusus untuk pekerjaan perawatan rutin (turnaround/shutdown maintenance) pada kilang minyak, pabrik petrokimia, instalasi kelistrikan, maupun struktur lambung kapal di galangan kapal.
Apa Itu Pelatihan Operator Scaffolding?
Pelatihan scaffolding adalah program pendidikan dan pelatihan yang dirancang untuk memberikan pengetahuan dan keterampilan kepada para pekerja dalam hal perakitan, pembongkaran, penggunaan, serta pemeriksaan perancah (scaffold) secara aman dan sesuai standar keselamatan kerja. Perancah atau scaffolding sendiri merupakan struktur sementara yang digunakan untuk mendukung pekerja dan material saat melakukan pekerjaan di ketinggian, seperti pada proyek bangunan atau konstruksi.
Dalam pelatihan scaffolding, peserta akan mempelajari berbagai cara dan pemahaman, seperti:
Jenis-jenis scaffolding
Memberikan teknik pemasangan hingga pembongkaran secara benar
Terdapat beban maksimum dapat ditopang
Mengikuti prosedur kerja secara aman dan penggunaan alat pelindung diri (APD)
Memperhatikan Pada peraturan dan standar K3 (Keselamatan dan Kesehatan Kerja)
Tujuan pelatihan scaffolding adalah memastikan pekerja memiliki kompetensi untuk bekerja dengan aman dan efisien, serta mengurangi risiko kecelakaan kerja. Sertifikat pelatihan scaffolding dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) biasanya menjadi persyaratan penting bagi tenaga kerja di bidang konstruksi dan industri.
Tujuan Pelatihan Operator Scaffolfing
Tujuan pelatihan scaffolding adalah untuk membekali tenaga kerja dengan pengetahuan, keterampilan, dan sikap kerja yang aman dalam merakit, membongkar, serta menggunakan perancah (scaffold) sesuai standar keselamatan dan kesehatan kerja (K3).
Secara khusus tujuan melakukan pelatihan ini, seperti:
Meningkatkan pemahaman tentang jenis-jenis scaffolding dan fungsinya.
Mengajarkan teknik perakitan dan pembongkaran scaffolding yang benar dan aman.
Mencegah kecelakaan kerja akibat penggunaan scaffolding yang tidak sesuai prosedur.
Menumbuhkan kesadaran K3 dalam bekerja di ketinggian.
Menyiapkan tenaga kerja bersertifikat yang memenuhi syarat regulasi dari Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker).
Dengan pelatihan ini, pekerja dapat bekerja lebih profesional dan perusahaan dapat mematuhi peraturan keselamatan kerja yang berlaku.
Peraturan Undang - undang Pelatihan Operator Gondola
Beberapa peraturan di Indonesia yang menjadi dasar hukum pelatihan operator scaffolding meliputi:
Undang‑Undang No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja, khususnya Pasal 3 dan 4, yang mewajibkan kewajiban penyediaan APD, pelatihan, dan penanganan rencana keselamatan pada seluruh tahapan pekerjaan termasuk penggunaan dan perakitan perancah.
Peraturan Menteri Tenaga Kerja No. PER.01/MEN/1980 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Konstruksi Bangunan, yang mensyaratkan bahwa penggunaan perancah harus memenuhi standar keselamatan kerja.
Surat Keputusan Bersama Menaker dan Menteri Pekerjaan Umum No. 174/Men/1986 dan No. 104/Kpts/1986, yang memberikan pedoman teknis mengenai keselamatan perancah dalam konstruksi.
Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No. 9 Tahun 2016, yang mengatur pelatihan dan sertifikasi bagi tenaga kerja di ketinggian, termasuk operator scaffolding.
Permenaker No. 8 Tahun 2020, tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja pada Pesawat Angkat dan Angkut, yang secara garis besar juga mencakup penggunaan scaffolding
