Tak heran, bila setiap perusahaan wajib melakukan P2H excavator (Pemeliharaan dan Pemeriksaan Harian). Excavator menjadi salah satu alat berat yang memudahkan proses pengangkatan atau pemindahan material berat. Biasanya, digunakan untuk industri pertambangan, pembangunan, penggalian, dan terdapat lainnya juga. Bukan hanya sekadar formalitas, tapi menjadi langkah penting untuk memastikan alat dapat digunakan secara normal.
Apa yang Dimaksud dengan P2H pada Excavator?
(Pemeliharaan dan Pemeriksaan Harian) P2H excavator adalah serangkaian kegiatan yang dilakukan setiap hari sebelum alat berat dioperasikan. Tujuannya adalah untuk memastikan seluruh komponen dalam kondisi prima, aman, dan siap digunakan tanpa menimbulkan risiko kerusakan atau kecelakaan kerja.
Dalam praktiknya, P2H excavator bukan hanya sebatas cek rutin saja, melainkan pemeriksaan menyeluruh dari kondisi fisik alat hingga fungsi sistem hidrolik dan elektrik. Operator harus memastikan tidak ada kebocoran oli, baut yang kendor, atau komponen yang aus.
Apa Tujuan Utama Dilakukan P2H Sebelum Excavator Digunakan?
Bukan hanya memastikan komponen dalam kondisi prima saja, Anda juga perlu tahu terdapat beberapa tujuan utama P2H excavator, di antaranya:
1. Memastikan Kinerja Alat Tetap Optimal
Pemeriksaan harian membantu mendeteksi gangguan kecil sebelum menjadi masalah besar. Misalnya, ketika ditemukan kebocoran kecil pada sistem hidrolik, perbaikan cepat dapat dilakukan sebelum menyebabkan tekanan sistem menurun. Dengan cara ini, performa excavator tetap stabil dan efisien saat bekerja di lapangan.
2. Mendukung Operasional Bisnis Lebih Efisien
Bayangkan jika excavator tiba-tiba rusak di tengah proyek besar, pekerjaan terhenti, waktu terbuang, dan biaya perbaikan membengkak. Melalui P2H excavator, potensi tersebut bisa dicegah sejak awal. Operasional proyek pun berjalan tanpa gangguan karena setiap alat berat telah dipastikan dalam kondisi baik sebelum digunakan.
3. Bantu Perpanjang Umur Excavator
Komponen yang dirawat secara rutin akan lebih tahan terhadap aus dan kerusakan. Misalnya, pengecekan rutin pada sistem pelumasan memastikan semua bagian bergerak dengan lancar dan tidak cepat rusak. Hal ini membuat investasi pada alat berat menjadi lebih menguntungkan dalam jangka panjang.
4. Memastikan Tidak Ada Potensi Kerusakan
P2H excavator dilakukan untuk menemukan tanda-tanda awal kerusakan, baik itu suara aneh pada mesin, getaran berlebih, atau rem yang kurang responsif. Dengan deteksi dini, operator bisa langsung melaporkan kondisi tersebut agar teknisi segera menanganinya. Langkah sederhana ini mampu mencegah kerusakan besar yang bisa menelan biaya hingga puluhan juta rupiah.
5. Mendukung Keselamatan Pekerja
Keselamatan adalah prioritas utama dalam dunia kerja alat berat. Excavator yang tidak diperiksa dengan benar dapat membahayakan operator maupun pekerja di sekitarnya. Dengan melakukan P2H sebelum bekerja, operator excavator dapat memastikan bahwa semua sistem keselamatan berfungsi baik, sehingga lingkungan kerja tetap aman dan produktif.
Pemeriksaan Pada Komponen Saat P2H Excavator
Dalam proses P2H pada excavator, terdapat beberapa komponen yang wajib diperiksa dan dipastikan untuk tetap dalam kondisi yang baik. Berikut beberapa komponennya.
1. Pemeriksaan Bagian Attachment
Attachment meliputi bucket, arm, dan boom yang menjadi komponen utama bersentuhan langsung dengan material kerja. Operator harus memeriksa kondisi pin, baut, dan sambungan agar tidak ada yang longgar atau retak. Selain itu, bagian bucket perlu diperiksa ketebalan giginya karena aus yang berlebihan bisa mempengaruhi efisiensi kerja penggalian.
2. Bagian Undercarriage
Pemeriksaan dilakukan pada track shoe, roller, sprocket, dan idler untuk memastikan tidak ada aus berlebihan atau baut yang lepas. Kondisi undercarriage yang terjaga baik membantu pergerakan alat menjadi stabil di berbagai jenis permukaan tanah, termasuk yang licin atau berbatu.
3. Kolong Mesin Excavator
Kolong mesin sering menjadi tempat penumpukan lumpur, minyak, atau sisa material lain. Oleh karena itu, penting untuk memeriksa apakah ada kebocoran dari sistem hidrolik, bahan bakar, atau pelumas. Pengecekan juga meliputi kondisi selang dan fitting agar tidak ada potensi kebocoran yang bisa menyebabkan kerusakan serius atau bahkan kebakaran.
4. Bagian Atas Alat Excavator
Bagian atas mencakup kabin, sistem pendingin, tangki bahan bakar, serta panel kontrol. Operator perlu memastikan kaca kabin bersih dan tidak retak, wiper berfungsi baik, dan indikator di panel menyala normal. Pemeriksaan juga dilakukan pada radiator dan filter udara untuk memastikan pendinginan mesin berjalan optimal dan tidak mudah overheat.

Resiko Jika P2H Excavator Tidak Dilakukan dengan Benar
Seperti yang Anda ketahui, bahwa P2H pada excavator menjadi langkah penting untuk memastikan agar alat dapat menggunakan secara benar hingga tidak memberikan dampak kerusakan. Namun, bila Anda tidak melakukannya dengan baik, ada beberapa resiko bila P2H tidak dilakukan dengan benar, di antaranya:
- Adanya kerusakan mendadak pada komponen utama
- Penurunan performa mesin
- Pemborosan bahan bakar
- Meningkatkan terjadinya resiko kecelakaan kerja
- Biaya perawatan membengkak
- Proyek mengalami keterlambatan
- Umur alat berat lebih pendek
- Downtime operasional dapat merugikan perusahaan
Apa Perbedaan P2H dengan Perawatan Rutin Excavator?
Meskipun termasuk pemeriksaan, ternyata P2H memiliki perbedaan dengan perawatan rutin yang dilakukan. Sederhananya, P2H dilakukan setiap hari oleh operator sebelum alat dioperasikan yang bertujuan untuk memastikan kondisi alat tetap aman dan siap digunakan, sehingga mencegah kecelakaan kerja. Prosesnya lebih bersifat pemeriksaan visual dan pengecekan fungsi dasar.
Sementara itu, perawatan rutin dilakukan secara berkala oleh teknisi profesional berdasarkan jam kerja alat, misalnya setiap 250 atau 500 jam operasi. Dalam perawatan rutin, dilakukan penggantian oli, filter, pemeriksaan sistem hidrolik mendalam, hingga kalibrasi komponen penting. Jadi, jika P2H excavator adalah upaya pencegahan harian, maka perawatan rutin merupakan langkah pemeliharaan menyeluruh yang memastikan excavator tetap berfungsi secara maksimal dalam jangka waktu panjang.
Penutup
P2H excavator memang menjadi langkah penting yang perlu dilakukan oleh perusahaan. Namun, tidak bisa dilakukan oleh sembarang tenaga kerja, melainkan hanya mereka yang memiliki kompetensi dan keterampilan khusus. Nah, buat Anda yang tertarik menjadi operator excavator, bisa mulai dengan mengikuti pelatihan K3 operator excavator di PT Mandiri Maha Daya. Pelatihan ini memungkinkan Anda untuk menambah pengetahuan terkait pengoperasian, P2H, hingga perawatan rutin excavator yang aman sesuai prosedur keselamatan kerja. Bila Anda tertarik, segera hubungi kami untuk mengikuti pelatihannya dengan tekan tombol WhatsApp di bawah!

