Pelatihan Standby Rescue

Pelatihan Standby Rescue untuk Pekerja Tambang Papua

Pelatihan standby rescue untuk pekerja tambang emas bawah tanah di Papua, dapat membantu tim lebih siap dalam menghadapi situasi darurat saat melakukan evakuasi. Mengingat area kerja pertambangan memiliki resiko kecelakaan kerja yang tinggi.

Peran Tim Rescue di Area Tambang Emas

Pelatihan standby rescue untuk pekerja tambang emas bawah tanah di Papua memberikan gambaran bagaimana melakukan evakuasi atau penyelamatan yang aman sesuai prosedur yang berlaku. Tim pun tidak hanya bertugas di dalam site, tetapi juga wajib membantu apabila terjadi bencana di luar site.  Adapun peran tim rescue yang berada di lokasi pertambangan lainnya adalah sebagai berikut!

  • Penyelamatan dan evakuasi

Tim standby rescue memiliki peran untuk dapat membantu dalam penyelamatan para pekerja yang terjebak di reruntuhan. Baik karena longsor, runtuhan terowongan, maupun karena kecelakan alat berat. Selain itu, melakukan evakuasi dan memberikan pertolongan pertama di lokasi kejadian yang sulit untuk dijangkau secara langsung.

  • Penanganan saat kondisi darurat

Tim pun berperan untuk menanggulangi kebakaran di lokasi operasional pertambangan. Baik itu yang ada di permukaan maupun dalam lubang tambang atau underground. Kondisi darurat lainnya yang perlu ditanggulangi yaitu terjadinya kebocoran gas beracun maupun bahan kimia. Dimana biasanya sering digunakan saat proses dalam pengolahan emas.

  • Pencegahan risiko dan mitigasi

Tim rescue juga berperan untuk melakukan secara rutin pemeriksaan APD khusus, jalur evakuasi, dan alat bantu pernafasan atau SCBA. Sehingga dapat dipastikan kesiapan nya saat kondisi darurat terjadi dapat digunakan. Pekerja Rescue juga bertanggung jawab untuk mengidentifikasi berbagai macam potensi bahaya yang ada dilingkungan kerja untuk dapat meminimalisir kecelakan yang parah.

Risiko Keselamatan di Tambang Emas Bawah Tanah Papua

Pelatihan standby rescue untuk pekerja tambang emas bawah tanah di Papua memberikan bekal saat kondisi darurat terjadi. Mengingat resiko bahaya yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja cukup tinggi. Untuk resikonya yaitu,

  • Wet Muck

Luncuran material basah atau wet muck merupakan pergerakan yang terjadi secara tiba-tiba. Dimana pergerakan ini campuran dari batuan halus, air, maupun lumpur yang berasal dari kolom bijih yang memungkinkan menjebak para pekerja dengan hitungan detik.

  •  Geoteknik

Area tambang emas yang ada di Papua juga memiliki resiko mengalami pergerakan dari atap terowongan dan dinding yang berada di bawah tanah. Hal tersebut disebabkan oleh adanya tekanan tinggi dari formasi geologi yang kompleks di daerah Papua.

  • Medan yang sulit

Tambang emas biasanya memiliki terowongan spiral yang dalam dengan jarak pandang yang terbatas. Sehingga membuat penyelamatan dan evakuasi sulit dilakukan yang menyebabkan memakan waktu banyak bahkan berisiko tinggi.

Kompetensi yang Dibutuhkan Tim Standby Rescue

Tim standby rescue membutuhkan kompetensi khusus untuk melakukan tugasnya dengan aman, Salah satunya yaitu dengan mengikuti pelatihan standby rescue untuk pekerja tambang emas bawah tanah di Papua. Sehingga nantinya para pekerja memiliki berbagai macam kemampuan yang dibutuhkan. Adapun kompetensi tersebut diantaranya adalah

Kompetensi Teknis Utama

  • Confined Space Rescue dan CSR: Kemampuan untuk melakukan penyelamatan di lokasi atau ruang terbatas yang memiliki resiko kekurangan oksigen dan gas beracun.
  • Penggunaan alat bantu untuk pernafasan: Kemampuan untuk menggunakan peralatan udara dengan tekanan tinggi di atmosfer yang berbahaya.
  • Pertolongan di ketinggian: Kemampuan untuk menguasai sistem tali maupun evakuasi vertikal di ketinggian secara mumpuni untuk dapat melakukan penyelamatan.
  • Water Rescue: Kemampuan untuk menguasai berbagai macam teknik untuk penyelamatan, apabila area pertambangan dekat dengan air atau perairan.
  • Pertolongan pertama secara medis: Kemampuan untuk dapat memberikan pertolongan darurat secara medis sebelum akhirnya korban dibawa ke rumah sakit.

Kompetensi Non-Teknis dan Fisik

  • Ketahanan Mental: Mampu mengambil keputusan cepat, tenang, dan terarah dalam situasi krisis.
  • Kebugaran Fisik dan Daya Tahan: Memiliki stamina prima untuk melakukan evakuasi berat di bawah tekanan.
  • Komunikasi Darurat: Terampil menggunakan alat komunikasi dan koordinasi tim saat evakuasi
  • Pemahaman K3 dan Identifikasi Bahaya: Paham regulasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) serta cara menganalisis potensi bahaya di lokasi kerja.

Pelatihan Standby Rescue

Manfaat Pelatihan Standby Rescue bagi Tambang Emas

Pelatihan standby rescue untuk pekerja tambang emas bawah tanah di Papua menjadi salah satu upaya untuk dapat meminimalisir kecelakaan kerja. Untuk manfaat lainnya yang didapat dari pelatihan adalah sebagai berikut!

  • Meminimalisir risiko fatalitas

Kecelakaan di tambang emas kerap terjadi sehingga membuat keselamatan kerja rentan. Adapun jenis nya seperti halnya, paparan gas beracun, runtuhnya dinding terowongan, kegagalan alat berat, hingga bencana alam membutuhkan pertolongan yang cepat sekaligus instan. Dengan pelatihan ini, tim dibekali kemampuan untuk mampu bekerja di area yang berbahaya dan memberikan respon cepat saat terjadinya keadaan darurat. Untuk membantu menyelamatkan para korban.

  • Lebih siap menghadapi resiko

Penambangan emas di lakukan di bawah maupun permukaan bumi yang melibatkan lorong bawah tanah. Dimana hal tersebut cenderung minim oksigen dan ruangnya sempit. Sehingga dengan mengikuti pelatihan, nantinya tim akan dibekali keterampilan khusus mengenai confined space rescue maupun high angle rescue.

  • Mencegah terjadinya kecelakan berantai

Ketika seorang pekerja hendak menolong pekerja lainnya, tanpa pengetahuan dan keterampilan yang mumpuni mengenai penyelamatan dapat menyebabkan  ia ikut menjadi korban juga. Pelatihan ini memberikan pengetahuan mengenai penilaian risiko secara matang sebelum akhirnya memutuskan untuk melakukan penyelamatan. Selain itu, pekerja juga dapat mengetahui medan bahaya dan aman itu seperti apa.

  • Penggunaan APD secara optimal

Tim yang mengikuti pelatihan rescue juga akan diberi arahan mengenai bagaimana APD atau alat pelindung diri digunakan sehingga dapat difungsikan secara optimal. Dimana nantinya pekerja akan dilatih mengenai ERT. Selain itu, dilatih juga untuk cepat dalam penggunaan alat bantu pernafasan atau SCBA, tripod rescue system, hingga detector gas digital.

  • Meminimalisir kerugian dan bukti kepatuhan

Dengan mengikuti pelatihan, tidak hanya dapat meminimalisir kecelakan kerja. Namun, dapat menstabilkan situasi darurat secara cepat. Hal ini juga dapat membantu untuk mencegah kerusakan fasilitas jauh lebih parah dan meminimalkan downtime atau waktu henti opersional tambnag. Selain itu, setelah mengikuti pelatihan dan dinyatakan lulus, maka pekerja memiliki sertifikat atau lisensi secara resmi dari lembaga resmi sebagai bentuk kepatuhan terhadap peraturan yang berlaku.

Kesimpulan

Pelatihan standby rescue untuk pekerja tambang emas bawah tanah di Papua merupakan salah satu upaya untuk dapat mencegah atau mengatasi kondisi darurat. Meningta medan kerja tambang memiliki resiko bahaya yang besar. Selain mengikuti pelatihan rescue, Anda juga perlu mengikuti pelatihan di lembaga resmi yang telah diakui oleh Kemnaker, seperti halnya PT Mandiri Maha Daya. Di sini juga para peserta akan dibimbing langsung oleh para tenaga ahli yang profesional.