Pernah mendengar istilah korosi logam? Tentu, istilah ini sudah tidak asing di telinga kita, ya! Terlebih, bagi Anda yang bekerja dengan menggunakan peralatan dari logam, seperti mesin las, gergaji, palu, hingga alat berat berupa dump truck, excavator, dan lain sebagainya.Peralatan kerja tersebut berpotensi terjadi korosi, terutama jika tidak dilakukan perawatan dengan benar. Jika ini terjadi, maka bisa sangat membahayakan bagi kesehatan dan keselamatan pekerja. Lantas, apa faktor yang menyebabkan korosi logam? Bagaimana pengaruhnya pada keselamatan kerja? Dan apa saja upaya pencegahan yang bisa dilakukan?.
Pengertian Pengaruh Korosi Logam
Korosi logam adalah proses kimia yang mengubah logam halus menjadi senyawa lebih stabil secara kimia, seperti oksida, hidroksida, atau sulfida. Proses korosi ini berupa reaksi elektrokimia antara logam dengan lingkungan sekitar. Adanya reaksi perubahan ini menyebabkan penurunan kinerja logam secara perlahan melalui penipisan. Bahkan, dalam jangka panjang dapat berdampak buruk terhadap kesehatan dan keselamatan pekerja hingga lingkungan sekitar. Dengan kata lain, korosi bisa menyebabkan penampilan logam rusak hingga mengurangi kekuatan maupun kemampuan fisiknya.
Terdapat Beberapa Faktor yang Memicu Korosi
Korosi dapat terjadi karena terdapat beberapa faktor yang mempengaruhinya. Faktor-faktor inilah yang memicu terjadinya korosi pada logam, di antaranya adalah:
1. Kelembapan
Faktor utama yang mempercepat terjadinya korosi adalah kelembaban. Ini bisa terjadi karena air dan oksigen yang bereaksi dengan logam akan membentuk senyawa berupa karat atau oksida logam.
2. Oksigen
Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, bahwa oksigen yang bereaksi dengan logam akan membentuk oksida logam yang tidak larut, sehingga bisa menyebabkan kerusakan logam.
3. Garam
Siapa sangka, bahwa garam juga menjadi faktor penyebab terjadinya korosi logam. Garam, seperti NaCL bisa meningkatkan konduksi air dan mengakibatkan korosi elektrokimia terjadi lebih cepat.
4. Suhu
Tidak hanya itu saja, suhu yang tinggi dapat mempercepat reaksi kimia antara logam dengan lingkungan, sehingga menyebabkan korosi lebih cepat.
5. Tingkat Keasaman (pH)
Kebebasan lingkungan atau tingkat keasaman ternyata juga menjadi faktor penyebab korosi. Hal ini terjadi apabila lingkungan asam (pH rendah) atau basa (pH tinggi).
6. Kontaminan
Terakhir, faktor yang memicu terjadinya korosi logam adalah kontaminan, seperti gas, polutan atmosfer, dan zat kimia. Faktor ini akan mempercepat reaksi korosi dan mengubah jenis korosi yang terjadi.
Berbagai Jenis Pada Korosi Logam
Ternyata, korosi pada logam juga memiliki beberapa jenis, loh! Apa saja jenisnya? Berikut ini kami berikan penjelasannya, seperti:
1. Korosi Berpori
Jenis yang pertama mungkin sudah sering kita temukan, yakni korosi berpori. Korosi ini terjadi dengan bentuk pori-pori kecil pada permukaan logam atau peralatan. Mengapa ini terjadi? Karena adanya gas atau zat kimia yang merusak secara lokal.
2. Korosi Seragam
Berbeda dengan jenis sebelumnya, korosi seragam ini terjadi secara merata pada permukaan logam. Hal ini dikarenakan lingkungan yang homogen, seperti udara yang lembab, sehingga menyebabkan logam menipis dan kehilangan ketebalannya secara merata.
3. Korosi Pitting
Selanjutnya, ada korosi pitting yang mana terjadi dengan bentuk lubang-lubang kecil dan dalam di permukaan logam atau peralatannya. Biasanya, lubang ini lebih kecil dan dalam dari korosi seragam, sehingga dianggap bisa mengakibatkan kerusakan signifikan.
4. Korosi Galvanik
Korosi galvanik yang terjadi saat dua logam dengan potensi elektrokimia berbeda sehingga terhubung dalam lingkungan mengandung elektrolit. Di sini, logam dengan potensi lebih rendah, dapat mengalami korosi lebih cepat.
5. Korosi Tekanan
Tekanan yang tinggi pada lingkungan, seperti pipa di bawah ternyata juga bisa menyebabkan terjadinya korosi pada logam.
6. Korosi Intergranular
Berikutnya, ada korosi intergranular yang terjadi di sepanjang batas butir logam. Hal ini terjadi disebabkan oleh sensitivitas logam terhadap elemen tertentu di dalam lingkungan.
7. Korosi Stres
Terakhir, ada jenis korosi stres yang mana terjadi saat logam berada di bawah tegangan mekanik, seperti tekanan. Jenis korosi ini nantinya bisa mengakibatkan retakan dan kegagalan struktural pada logam.

Pengaruh Korosi Logam pada Keselamatan Kerja
Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, bahwa terjadinya korosi, terutama dalam jangka panjang bisa berdampak buruk terhadap keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Peralatan dari logam pada alat berat dan mesin produksi, yang sudah mengalami korosi, akan menimbulkan efek serta mengkontaminasi pada kesehatan karena terpapar langsung pada kulit.
Pekerja yang mengoperasikan peralatan yang sudah korosi, maka kesehatannya akan terganggu, seperti terkena alergi, penyakit tetanus, hingga hemokromatosis. Tentu, ini sangat berbahaya bagi kesehatan apabila terus menerus terkena korosi logam. Bahkan, banyak juga pekerja yang akan mengalami kecelakaan akibat peralatan besi yang sudah mengalami korosi. Sebab, korosi akan menurunkan kekuatan material dan benda yang bersifat besi menjadi lebih rapuh, sehingga bisa berdampak terhadap keselamatan pekerja.
Pencegahan Pengaruh Korosi Logam Oleh K3
Mengingat bahayanya korosi logam, maka harus dilakukan pencegahan agar tidak berdampak buruk bagi pekerja maupun lingkungan sekitar. Terlebih, bagi perusahaan yang menggunakan peralatan logam dalam operasionalnya. Nah, berikut upaya pencegahan korosi yang bisa dilakukan:
1. Pelapisan (Coating)
Upaya pertama untuk mencegah terjadinya korosi adalah melapisi permukaan logam dengan bahan pelindung, seperti chrome, cat, dan lainnya. Pelapisan ini akan membentuk penghalang fisik antara logam dan pereaksi korosif.
2. Menggunakan Pelindung Elektrokimia
Kedua, upaya yang bisa dilakukan adalah menggunakan metode pelindung elektrokimia, seperti pelapisan katodik dan anodisasi untuk melindungi logam.
3. Melakukan Pemeliharaan dan Perawatan Rutin
Lakukan pemeliharaan, pembersihan, dan perawatan secara rutin pada logam. Tujuannya untuk menghilangkan kotoran atau zat korosif pada logam yang bisa menyebabkan korosi.
4. Pengelolaan Lingkungan dengan Baik
Selanjutnya, pastikan untuk mengelola lingkungan dengan baik, seperti mengurangi kelembaban, menjaga pH lingkungan lebih stabil, hingga menghindari terkenanya logam bersifat bahan kimia korosif.
Penutup
Demikianlah pembahasan mengenai faktor penyebab, jenis, upaya pencegahan, hingga pengaruhnya korosi logam terhadap keselamatan kerja. Sudah paham, kan? Kalau korosi sangat berbahaya bagi keselamatan dan kesehatan kerja (K3). Jadi, bagi Anda pemilik perusahaan, harus menerapkan prosedur K3 untuk meminimalisir terjadinya korosi logam pada peralatan bisa mengakibatkan kecelakaan saat bekerja hingga penyakit akibat kerja. Lalu, bagaimana caranya?
Anda hanya perlu menunjuk salah satu pekerja untuk mengikuti pelatihan Ahli K3 Umum di PT Mandiri Maha Daya. Melalui pelatihan ini, mereka akan mendapatkan pengetahuan, kemampuan, dan keterampilan di bidang K3 yang dapat membantu menciptakan lingkungan kerja aman serta sehat bagi semua pihak, terutama mencegah terjadinya korosi logam. Yuk, tunggu apalagi? Hubungi kami sekarang dan konsultasikan kebutuhan K3 Anda bersama PT Mandiri Maha Daya!

