Demi keberlangsungan operasional, beberapa industri modern sekarang ini membutuhkan alat berat yang digunakan untuk mengangkat beban berat, sehingga semakin memudahkan proses produksi. Alat berat yang sering digunakan dalam dunia industri adalah crane. Sebagai alat berat yang mempunyai peran penting, crane mempunyai beberapa jenis yang bisa digunakan, di antaranya adalah hoist dan overhead crane. Hoist dan overhead crane merupakan sebagian jenis crane yang sering digunakan untuk memudahkan operasional industri.
Namun, terdapat beberapa perbedaan hoist dan overhead crane yang wajib Anda ketahui, terutama bagi operator crane. Mulai dari perbedaan desain, fungsi, jangkauan, hingga pergerakannya. Penasaran dengan perbedaan hoist dan overhead crane? Jika iya, maka Anda perlu menyimak pembahasan artikel ini sampai selesai.
Pengertian Hoist dan Overhead Crane
Crane merupakan alat berat yang berfungsi untuk memudahkan proses pengangkatan dan pemindahan material berat pada sebuah industri. Terdapat beberapa jenis crane yang bisa digunakan sesuai kebutuhan, salah satunya adalah hoist dan overhead crane.
Hoist crane adalah alat yang dirancang khusus untuk mengangkat dan menurunkan material berat secara vertikal melalui sistem hoist. Alat ini bisa digunakan di dalam maupun luar ruangan sesuai kebutuhan. Sementara itu, overhead crane merupakan alat yang digunakan untuk mengangkat dan memindahkan material secara vertikal dan horizontal. Alat ini bergerak di atas melalui rel yang terpasang di langit-langit atau struktur bangunan. Biasanya, overhead crane digunakan di dalam ruangan.
Perbedaan Utama antara Hoist dan Overhead Crane
Setelah mengetahui pengertian tentang hoist dan overhead crane, maka Anda wajib untuk memahami perbedaan keduanya. Dengan mengetahui perbedaan hoist dan overhead crane, maka dapat membantu Anda untuk mengoperasikannya secara tepat. Berikut penjelasan lengkapnya untuk Anda:
1. Jangkauan
Perbedaan utama antara hoist dan overhead crane terletak dari segi jangkauan. Hoist crane lebih cocok digunakan dengan jangkauan lebih terbatas. Sebab, alat angkat ini dianggap lebih efektif untuk mengangkat atau memindahkan material secara vertikal dalam ruangan yang relatif kecil.
Sementara itu, overhead crane bisa digunakan di area kerja yang besar dengan jangkauan lebih luas juga, seperti gudang, pabrik, dan lain sebagainya. Jadi, peralatan ini sangat cocok digunakan untuk industri yang membutuhkan produksi lebih kompleks.
2. Desain Dan Fungsi
Seperti yang sudah dijelaskan, bahwa hoist crane terdiri dari mesin pengangkat yang mana dipasang pada struktur tetap atau alat bantu lainnya. Peralatan ini mempunyai desain yang lebih fokus pada kemampuan mengangkat beban secara vertikal saja. Dalam hal ini, hoist crane hanya memiliki 1 girder dengan kapasitas 5-10 ton. Berbeda halnya dengan overhead crane yang terdiri dari rangkaian struktur yang dipasang di langit-langit dan bergerak melalui rel secara horizontal. Jadi, desainnya memungkinkan untuk bergerak secara horizontal dalam area kerja lebih besar. Overhead crane memiliki 2 grider dan mampu mengangkat material dengan kapasitas lebih dari 10 ton.
3. Pergerakan Alat
Perbedaan hoist dan overhead crane yang terakhir adalah dilihat dari pergerakannya. Untuk hoist crane, pergerakannya cenderung vertikal dan tidak mempunyai kemampuan bergerak secara horizontal. Proses pengangkatan beban, alat berat ini bergerak naik dan turun. Sementara itu, overhead crane mempunyai kemampuan untuk bergerak di sepanjang rel horizontal. Pergerakannya terdiri dari 3 gerakan, yakni pengangkatan, maju mundur, dan kanan kiri.

Pemeliharaan Hoist dan Overhead Crane
Mengetahui serta memahami tentang perbedaan hoist dan overhead crane saja tidak cukup. Jadi, Anda harus mengetahui proses perawatan maupun pemeliharaan alat angkat ini. Tujuannya adalah untuk memastikan kinerja crane tetap optimal dan meminimalisir terjadinya kecelakaan kerja. Nah, berikut ini panduan pemeliharaan hoist dan overhead crane yang perlu Anda ketahui:
1. Pemeriksaan Komponen Secara Rutin
Upaya pemeliharaan pertama yang perlu Anda lakukan adalah pemeriksaan komponen pada crane. Untuk hoist crane, Anda bisa memeriksa beberapa komponen, seperti kabel, rantai, hingga rem secara rutin. Selanjutnya, untuk overhead crane, Anda bisa melakukan pemeriksaan struktur yang dipasang, seperti rel dan jembatan. Selain itu, pastikan juga memeriksa beberapa komponen di dalamnya.
2. Pelumasan Komponen
Tidak hanya pemeriksaan saja, tahapan pemeliharaan kedua adalah pelumasan komponen agar tidak cepat aus. Anda bisa memberikan pelumas pada komponen yang bekerja dengan gesekan berlebih. Dengan begitu, semua komponen hoist dan overhead crane bisa bekerja secara aman dan optimal, sehingga mencegah terjadinya kecelakaan kerja.
3. Periksa Outrigger
Selanjutnya, pastikan Anda melakukan pemeriksaan outrigger (kaki penyangga) secara rutin. Pastikan bahwa tidak ada bagian outrigger yang terdistorsi agar crane dapat berjalan dengan lancar. Selain itu, Anda juga wajib memeriksa apakah mekanisme pergerakan outrigger bisa berfungsi dengan baik atau tidak. Dalam hal ini, Anda juga harus memastikan bahwa pergerakan crane berjalan mulus dan tidak ada hambatan saat mengoperasikan outrigger.
Regulasi Hoist dan Overhead Crane
Crane merupakan salah satu pesawat angkat angkut yang mempunyai peran penting dalam dunia industri. Peran crane adalah untuk mengangkat dan memindahkan material berat pada titik tujuan dengan cepat dan tepat. Biasanya, crane digunakan untuk proyek di beberapa industri besar. Misalnya, hoist crane yang digunakan pada sektor konstruksi bangunan, pembangunan jembatan, hingga pabrik kimia. Kemudian, ada overhead crane yang digunakan pada proyek manufaktur, otomotif, pembangkit listrik, hingga pelabuhan kontainer.
Melihat peran hoist dan overhead crane yang sangat penting, maka di Indonesia telah diberikan regulasi terkait Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dalam pengoperasian alat angkut ini. Salah satu regulasi hoist dan overhead crane adalah Permenaker Nomor 8 tahun 2020 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pesawat Angkat dan Pesawat Angkut. Regulasi ini memberikan peraturan terkait standar dan pedoman K3 dalam mengoperasikan pesawat angkat angkut, terutama crane.
Penutup
Nah, itulah perbedaan hoist dan overhead crane yang perlu Anda ketahui. Hoist dan overhead crane merupakan pesawat angkat dan angkut yang digunakan untuk memindahkan material berat secara lebih cepat pada berbagai industri, seperti manufaktur, konstruksi, hingga pembangkit listrik sekalipun.
Namun, tidak semua orang bisa mengoperasikan hoist dan overhead crane. Sebab, hanya operator profesional dan pengalaman yang bisa mengoperasikan crane. Seperti halnya yang telah dituliskan dalam Permenaker RI No. Per.01/MEN/1989 yang mana semua operator crane wajib mempunyai sertifikat crane yang didapatkan melalui pelatihan dari Kemnaker RI.
Jadi, buat Anda yang tertarik untuk menjadi operator crane dan masih belum mempunyai sertifikasinya, maka bisa mengikuti pelatihan Kemnaker RI di PT Mandiri Maha Daya. Anda akan mendapatkan berbagai pengetahuan baru terkait pengoperasian crane sesuai standar yang berlaku dan mengimplementasikan pedoman K3 dalam bekerja.

