Risiko Kerja Gondola Gedung & Cara Pencegahannya

Banyaknya gedung-gedung bertingkat di kota besar, membuat permintaan pekerjaan gondola semakin tinggi. Biasanya, bekerja menggunakan gondola untuk melakukan pekerjaan seperti pembersihan kaca, perawatan fasad, pengecatan, hingga perbaikan struktur luar bangunan ketinggian. Namun, di balik tingginya permintaan tersebut, ada banyak risiko yang mengintai. Bahkan, baru-baru ini ada seorang pekerja gondola di Surabaya yang tewas saat membersihkan kaca di gedung apartemen akibat cuaca buruk seperti hujan hingga hembusan angin kencang. Jadi, bila Anda tertarik menjadi pekerja gondola, wajib mengetahui penerapan K3 gondola gedung yang tepat agar pekerjaan aman serta terhindar dari potensi kecelakaan. Mari, cari tahu prosedur kerja aman gondola gedung di bawah ini!

Apa yang Dimaksud K3 Gondola Gedung?

Gondola adalah alat yang digunakan untuk mengangkut pekerja atau peralatan ke ketinggian. Cara kerjanya dengan digantung di dua atau empat tiang pendukung yang memudahkan pekerja mencapai area tinggi yang sulit dijangkau secara aman. Sementara K3 gondola gedung merupakan penerapan sistem keselamatan dan kesehatan kerja pada penggunaan gondola. Sistem ini mencakup pengaturan prosedur kerja, penggunaan alat pelindung diri (APD), kompetensi operator, serta pemeriksaan teknis peralatan gondola sebelum digunakan. Tujuan utama K3 gondola gedung adalah melindungi pekerja dari potensi kecelakaan kerja yang dapat terjadi selama operasional gondola. Karena pekerjaan ini dilakukan di ketinggian dengan risiko jatuh yang tinggi, setiap tahapan kerja harus mengikuti standar keselamatan yang ketat.

Apa Saja Risiko Kerja Gondola Gedung?

Seperti yang sudah Anda baca sebelumnya, kalau pekerjaan menggunakan gondola itu memiliki potensi risiko yang tinggi, di antara lain:

  • Pekerja bisa terjatuh dari ketinggian saat bekerja
  • Gondola mengalami kerusakan mekanis saat beroperasi
  • Tali sling atau wire rope putus
  • Gondola miring atau tidak stabil
  • Pekerja terjepit pada struktur bangunan
  • Tertimpa material atau alat kerja dari atas
  • Terkena sengatan listrik dari instalasi listrik gedung
  • Gondola dan pekerja terhempas akibat angin kencang
  • Overload atau beban gondola melebihi kapasitas
  • Terdapat kesalahan ketika pengoperasian oleh operator

Sertifikasi Apa yang Wajib untuk Operator Gondola?

Pengoperasian gondola tidak boleh dilakukan oleh sembarang pekerja. Operator wajib memiliki kompetensi yang dibuktikan dengan sertifikasi resmi sesuai standar K3, di antaranya:

1. Sertifikat K3 Ketinggian

Sertifikat K3 Ketinggian merupakan bukti bahwa seorang pekerja telah mengikuti pelatihan keselamatan kerja di ketinggian dan memahami prosedur kerja aman saat bekerja di area tinggi. Sertifikat ini sangat penting bagi pekerja yang menggunakan gondola karena pekerjaan dilakukan pada area dengan potensi risiko jatuh yang tinggi. Dengan pelatihan yang tepat, pekerja dapat memahami cara mengendalikan risiko serta mengambil tindakan yang benar jika terjadi kondisi darurat.

2. Surat Izin Operator (SIO)

Surat Izin Operator atau SIO merupakan izin resmi yang diberikan kepada operator yang telah lulus pelatihan dan dinyatakan kompeten dalam mengoperasikan peralatan tertentu, termasuk gondola. Dengan adanya SIO, perusahaan dapat memastikan bahwa operator gondola memiliki kemampuan teknis yang memadai serta memahami standar keselamatan kerja yang berlaku.

Gondola Gedung

Apa Regulasi K3 untuk Gondola Gedung di Indonesia?

Penerapan K3 gondola gedung bukan hanya sekadar formalitas saja, melainkan sudah memiliki standar regulasi tertentu yang mengatur. Beberapa peraturan yang menjadi dasar penerapan K3 pada gondola antara lain:

  • Permenaker No. 8 Tahun 2020 tentang K3 Pesawat Angkat dan Angkut
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.1/Men/1980 tentang K3 Konstruksi Bangunan
  • Peraturan Menteri Tenaga Kerja No.5/Men/1985 tentang Pesawat Angkat dan Angkut
  • Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja

Semua peraturan tersebut, telah dirancang untuk mengoperasikan gondola bekerja di ketinggian dengan aman sesuai standar K3. Dengan mematuhi peraturan tersebut, Anda bisa memastikan keselamatan dan kesehatan saat bekerja di ketinggian menggunakan gondola.

Bagaimana Prosedur Kerja Aman Gondola Gedung?

Agar penggunaan gondola tetap aman, Anda perlu menerapkan prosedur kerja yang jelas dan terstandarisasi sesuai regulasi K3 yang berlaku, melalui tahapan:

1. Inspeksi dan Cek Alat secara Teknis

Sebelum digunakan, gondola harus melalui pemeriksaan teknis secara menyeluruh. Pemeriksaan ini meliputi kondisi kabel baja, sistem penggerak, rem pengaman, panel kontrol, serta struktur platform kerja. Inspeksi ini penting untuk memastikan seluruh komponen alat berada dalam kondisi baik dan layak digunakan.

2. Pakai APD dengan Tepat

Anda wajib memakai alat pelindung diri secara lengkap seperti full body harness, helm keselamatan, sarung tangan kerja, sepatu keselamatan, serta lifeline. APD ini berfungsi sebagai perlindungan tambahan jika terjadi kegagalan alat atau kecelakaan kerja.

3. Operasikan Gondola oleh Operator Profesional

Pengoperasian gondola harus dilakukan oleh operator yang telah memiliki kompetensi dan sertifikasi resmi. Operator profesional memahami cara mengendalikan alat dengan aman, mengenali tanda-tanda kerusakan alat, serta mampu mengambil keputusan yang tepat saat terjadi kondisi darurat.

4. Lakukan Perawatan secara Rutin dan Berkala

Perawatan gondola harus dilakukan secara berkala sesuai standar teknis yang berlaku. Kegiatan ini meliputi pelumasan komponen mekanis, pengecekan sistem listrik, penggantian komponen yang aus, serta pengujian fungsi alat. Perawatan yang rutin dapat mencegah kerusakan alat dan memperpanjang masa pakai gondola.

5. Terapkan Prosedur K3 saat Operasi

Selama operasi berlangsung, pekerja harus mengikuti seluruh prosedur keselamatan kerja yang telah ditetapkan. Hal ini mencakup batas kapasitas beban gondola, penggunaan sistem pengaman jatuh, komunikasi antar pekerja, serta pengawasan dari petugas keselamatan kerja.

6. Hentikan Operasi Jika Cuaca Memburuk

Kondisi cuaca sangat mempengaruhi keselamatan penggunaan gondola. Jika terjadi angin kencang, hujan deras, atau kondisi cuaca ekstrem lainnya, maka operasi gondola harus segera dihentikan. Melanjutkan pekerjaan dalam kondisi cuaca buruk dapat meningkatkan risiko kecelakaan secara signifikan.

Penutup

Ketertarikan Anda bekerja di gondola memang menjadi langkah yang tepat dalam mengembangkan karir. Soalnya, permintaan operator gondola semakin meningkat tiap tahunnya, mengingat banyaknya gedung bertingkat di berbagai kota di Indonesia. Namun, agar Anda dilirik oleh perusahaan, wajib memiliki kompetensi dan keterampilan di bidang pengoperasian gondola. Salah satu hal yang bisa Anda lakukan adalah mengikuti pelatihan operator K3 gondola gedung di PT Mandiri Maha Daya. Bersama instruktur profesional, Anda akan didampingi untuk berlatih secara teori dan praktik langsung mengoperasikan gondola, bahkan sekaligus melakukan perawatan dan perbaikan. Pelatihan inilah yang membuat Anda memiliki surat izin operator (SIO) resmi sebagai syarat utama masuk kerja sebagai operator gondola.

Jangan ragu, PT Mandiri Maha Daya telah melaksanakan 700+ batch pelatihan dan  menerbitkan 4.100+ sertifikat K3, termasuk operator gondola. Sekarang, saatnya Anda bergabung dengan kami untuk berlatih lebih serius agar dilirik oleh berbagai industri karena telah memiliki sertifikat K3 gondola. Yuk, hubungi kami sekarang dan dapatkan jadwal pelatihannya!