Teknik RICE untuk Cedera Pergelangan Kaki di Lapangan

Pekerjaan yang melibatkan aktivitas jalan cepat, beban berat, naik turun tangga, hingga area licin memiliki risiko terkilir maupun keseleo pada pergelangan kaki yang terkadang sulit dihindari. Alhasil, cedera pada pergelangan kaki bisa mengganggu produktivitas pekerja, proyek berjalan lambat hingga operasional bisnis terganggu. Agar tidak semakin parah, memberikan pertolongan pertama saat kecelakaan menjadi langkah penting. Dilakukan oleh petugas P3K profesional, salah satunya dengan teknik RICE untuk cedera pergelangan kaki, bisa membantu mempercepat kesembuhan. Jadi, jika Anda seorang petugas P3K, pahami penggunaan teknik RICE untuk cedera pergelangan kaki di lapangan kerja. Yuk, cari informasi selengkapnya di bawah!

Apa Itu Teknik RICE?

Rest, Ice, Compression, dan Elevation (RICE) adalah metode pertolongan pertama untuk menangani cedera otot, sendi, dan ligamen ringan hingga sedang, termasuk cedera pergelangan kaki. Metode ini bertujuan untuk membantu mengurangi pembengkakan, nyeri, peradangan, serta mempercepat proses pemulihan jaringan yang cedera. Tak heran, jika teknik RICE kerap digunakan petugas P3K untuk memberikan pertolongan awal kepada pekerja yang mengalami cedera pergelangan kaki sebelum mendapatkan pemeriksaan medis lanjutan bila kondisi semakin parah.

Penyebab Cedera Pergelangan Kaki di Lapangan

Penyebab paling umum cedera pergelangan kaki adalah terkilir atau keseleo saat berjalan maupun berlari di permukaan yang tidak rata seperti tanah berbatu, area proyek berlubang, hingga lantai licin. Aktivitas naik turun tangga, bekerja di area tanjakan, serta kelelahan otot akibat berdiri terlalu lama juga menjadi faktor yang sering memicu cedera pergelangan kaki. Bahkan, salah pijakan saat berjalan juga lebih rentan mengalami cedera pergelangan kaki. Cedera pergelangan kaki biasanya terjadi akibat ligamen tertarik atau robek karena posisi kaki terpelintir secara tiba-tiba. Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan pembengkakan lebih besar, memar, hingga kesulitan berjalan. 

Langkah Teknik RICE untuk Cedera Pergelangan Kaki

1. Rest – Menghentikan Semua Aktivitas Saat Terjadi Cedera

Langkah pertama adalah menghentikan seluruh aktivitas kerja sesegera mungkin setelah keseleo atau terkilir. Jangan memaksakan korban tetap berjalan atau bekerja karena hal tersebut dapat memperparah kerusakan ligamen dan jaringan di sekitar pergelangan kaki. Korban sebaiknya dipindahkan ke area aman dan diberikan waktu istirahat. Hindari memberikan beban pada kaki yang cedera, terutama jika muncul nyeri hebat atau pembengkakan yang cepat. Bila perlu, gunakan bantuan tongkat atau pegangan saat berpindah tempat.

2. Ice – Gunakan Es Batu untuk Mengompres Pergelangan Kaki

Kompres es batu membantu mengurangi pembengkakan dan rasa nyeri pada area pergelangan kaki yang cedera. Gunakan es batu yang dibungkus kain atau handuk tipis, lalu tempelkan pada bagian pergelangan kaki yang cedera selama kurang lebih 15–20 menit. Pemberian kompres dingin dapat dilakukan beberapa kali dalam 24–48 jam pertama setelah cedera. Hindari menempelkan es langsung ke kulit karena dapat menyebabkan iritasi atau cedera dingin pada jaringan kulit.

3. Compression – Kompres Bagian yang Cedera

Teknik RICE untuk cedera pergelangan kaki di lapangan kerja selanjutnya adalah mengompres menggunakan perban elastis untuk membantu mengurangi pembengkakan dan memberikan penyangga pada pergelangan kaki. Balut area cedera dengan tekanan yang cukup, tetapi jangan terlalu kencang. Perban yang terlalu ketat dapat menghambat aliran darah dan menyebabkan kaki terasa kebas atau berubah warna. Pastikan pekerja tetap dapat menggerakkan jari kaki dengan normal setelah pembalutan dilakukan.

4. Elevation – Ganjal Pergelangan Kaki

Langkah terakhir adalah meninggikan posisi kaki yang cedera menggunakan bantal, tas, atau benda lain yang aman. Posisi pergelangan kaki sebaiknya lebih tinggi dari jantung untuk membantu mengurangi aliran cairan berlebih ke area cedera. Elevation membantu mengurangi pembengkakan dan mempercepat proses pemulihan. Saat beristirahat, korban disarankan tidak terlalu sering menggerakkan kaki yang cedera sampai rasa nyeri mulai berkurang.

Kesalahan Umum Saat Menangani Cedera Pergelangan Kaki

Salah satu kesalahan yang paling sering terjadi adalah tetap memaksakan bekerja meskipun kaki sudah terasa nyeri. Banyak pekerja menganggap cedera ringan akan sembuh sendiri, padahal kondisi tersebut dapat memperparah kerusakan ligamen. Kesalahan lainnya adalah memijat area cedera terlalu cepat setelah kejadian. Pemijatan pada fase awal justru dapat meningkatkan pembengkakan dan peradangan.

Beberapa orang juga langsung menggunakan air panas pada area cedera. Padahal dalam 48 jam pertama, kompres dingin lebih dianjurkan untuk mengurangi pembengkakan. Jadi, Anda sebagai petugas P3K perusahaan harus segera mengambil tindakan penanganan awal agar cedera yang dialami korban tidak semakin parah.

Teknik RICE

Tips Mencegah Cedera Pergelangan Kaki Saat Bekerja

1. Gunakan Sepatu Kerja yang Tepat Sesuai Ukuran

Sepatu kerja yang sesuai ukuran membantu menjaga stabilitas kaki saat berjalan maupun bekerja di area lapangan. Pilih sepatu dengan grip yang baik agar tidak mudah tergelincir, terutama di area licin atau berbatu. Hindari menggunakan sepatu yang terlalu longgar karena dapat membuat kaki mudah bergeser dan meningkatkan risiko terkilir.

2. Lakukan Latihan untuk Menguatkan Otot Kaki

Melansir dari Bayfront Health, penguatan membantu mempersiapkan otot kaki, termasuk pergelangan untuk meningkatkan keseimbangan serta stabilitas tubuh. Otot dan ligamen yang kuat lebih mampu menahan tekanan saat bekerja di medan yang tidak rata. Latihan yang bisa dilakukan adalah menggunakan resistance band sambil menggerakkan pergelangan kaki serta tetap melakukan stretching sebelum bekerja.

3. Tetap Hati-hati dan Waspada Saat Bekerja di Area Tanjakan

Area tanjakan, tangga, dan permukaan tidak rata memiliki risiko tinggi menyebabkan salah pijakan. Karena itu, pekerja perlu lebih fokus saat berjalan dan tidak terburu-buru. Pastikan jalur kerja tetap bersih dari kabel, material berserakan, atau genangan yang dapat memicu kecelakaan.

4. Ganti Sepatu yang Sudah Rusak

Sepatu kerja yang solnya aus atau permukaannya rusak dapat mengurangi daya cengkeram kaki. Kondisi tersebut membuat pekerja lebih mudah terpeleset atau kehilangan keseimbangan. Pemeriksaan kondisi APD, termasuk sepatu safety, sebaiknya dilakukan secara rutin untuk memastikan perlindungan tetap optimal.

5. Jika Merasa Sudah Tidak Nyaman, Segera Istirahat & Berikan Pertolongan Awal

Jangan mengabaikan rasa nyeri pada kaki, karena bisa berakibat fatal. Jika mulai terasa tidak nyaman saat berjalan atau berdiri, segera hentikan aktivitas dan lakukan pemeriksaan awal. Penanganan lebih cepat dapat mencegah cedera berkembang menjadi lebih serius. Dalam sistem K3 perusahaan, pelaporan cedera sekecil apapun juga penting untuk membantu evaluasi risiko kerja di lapangan.

Penutup

Penerapan teknik RICE untuk cedera pergelangan kaki di lapangan kerja menjadi keputusan awal yang tepat agar kondisi korban tidak semakin parah. Namun, penanganan awal ini harus dilakukan oleh petugas P3K profesional dan berpengalaman. Jika profesi Anda sebagai petugas P3K, namun belum memahami secara mendalam teknik RICE, sebaiknya segera ikuti pelatihan petugas P3K di PT Mandiri Maha Daya. Dijamin, Anda akan dibekali pengetahuan tentang berbagai teknik pertolongan pertama, termasuk RICE yang tepat oleh instruktur berpengalaman.

Pelatihannya dilakukan dengan teori dan praktik langsung di lapangan, sehingga Anda bakal lebih mudah memahaminya. Jadi, jangan ragu! Segera ikuti pelatihan P3K di PT Mandiri Maha Daya. Hubungi admin marketing kami sekarang!