TKBT

Berikut Cara Evakuasi Darurat TKBT Menggunakan Rescue Kit

Evakuasi darurat TKBT menggunakan Rescue Kit bertujuan untuk mencegah suspension trauma atau sindrom yang disebabkan terlalu lama tergantung di harness. Biasanya para tim rescue menggunakan berbagai macam komponen, seperti tali penyelamat, perangkat penurun, dan sebagainya untuk melakukan penyelamatan.

Pengertian Evakuasi pada Kerja di Ketinggian

Evakuasi darurat TKBT menggunakan Rescue Kit merupakan prosedur tanggap darurat yang tertulis untuk bisa memberikan bantuan dan menyelamatkan pekerja yang jatuh ketika bekerja pada ketinggian menggunakan Rescue Kit. Selain itu, prosedur ini pun mungkin dibutuhkan saat ada seorang pekerja jatuh atau membutuhkan penyelamatan karena alasan lain. Termasuk situasi darurat secara medis maupun kerusakan mekanis) dan berada di ketinggian, seperti pekerja yang sedang bekerja di atap, alat pengangkat, derek, ataupun area sama lainnya.

Mengenal Rescue Kit untuk TKBT

Rescue Kit merupakan seperangkat perlengkapan atau alat khusus yang dirancang untuk tujuan pertolongan pertama, operasi penyelamatan, atau evakuasi pada saat keadaan darurat. Selain itu, peralatan inipun biasanyanya disesuaikan dengan skenario penyelamatan tertentu. Seperti halnya evakuasi di ruang terbatas, evakuasi korban di ketinggian, keadaan medis darurat, dan sebagainya. Adapun peralatan yang biasanya ada di Rescue Kit adalah sebagai berikut:

1. Tali (Ropes)

  • Tali statis: Untuk standar yang digunakan yaitu EN 1891 Type A dan biasanya menggunakan jenis tali karmantel statis untuk rescue.
  • Tali dinamis: Standar yang digunakan adalah EN 892/UIAA 101 dan berfungsi bukan sebagai rescue utama, melainkan untuk climbing.
  • Tali kernmantle: Tali ini perlu memiliki standar NFPA 1983 Standar AS dan berguna sebagai tali penyelamat.

2. Pengaman Jatuh Dan Sistem Penahan

  • Lanyard / Energy absorber: Menggunakan standar EN 355/ANSI Z359.13 dan berfungsi sebagai peredam energi ketika jatuh.
  • Full body harness: Standar nya EN 361 / NFPA 1983 / ANSI Z359.11 dan biasanya digunakan digunakan untuk akses tali dan rescue.
  • Anchor point: Untuk standarnya adalah EN 795 / OSHA 1926.502(d) dan berfungsi sebagai titik jangkar untuk penyelamatan.
  • Descender device: Standar EN 341 / NFPA 1983 dan digunakan untuk alat turun pada saat rescue.

3. Peralatan Pengunci & Konektor

  • Karabiner: Standar EN 362 / NFPA 1983 / UIAA 121 dengan fungsi locking carabiner untuk rescue.
  • Ascender: Standar EN 567 / EN 12841-B / NFPA 1983 dan biasanya digunakan sebagai alat naik tali.
  • Pulley: Standar EN 12278 / NFPA 1983 dan berfungsi sebagai katrol untuk sistem hauling.
  • Rope grab: Standar EN 353-2 / NFPA 1983 dan memiliki fungsi sebagai kunci geser untuk backup.

4. Alat Bantu Penyelamatan

  • Tripod: Standard EN 795 Type B / OSHA 1910.146(k) dan berfungsi sebagai confined space rescue.
  • Stretcher: Standar EN 1865 / NFPA 1983 dan biasanya menjadi tandu untuk evakuasi korban.
  • Gas detector: Standar EN 50104/ OSHA 29 CFR 1910.146 dan digunakan di ruang terbatas.
  • Winch rescue: Standar EN 1496 / NFPA 1983 dan memiliki fungsi sebagai sistem angkat ataupun turun korban.

TKBT

Risiko yang Memerlukan Evakuasi Darurat

Evakuasi darurat TKBT menggunakan Rescue Kit, biasanya digunakan ketika beberapa kondisi. Diantaranya adalah sebagai berikut:

  1. Adanya paparan cuaca ekstrem yang memiliki potensi mengganggu keselamatan maupun keseimbangan saat bekerja.
  2. Terjadinya kesalahan saat penggunaan APD atau bisa juga karena salah alat bantu kerja, sehingga menyebabkan jatuh dari ketinggian.
  3. Jatuh dari ketinggian karena tertimpa material maupun alat kerja.
  4. Mengalami kegagalan sistem pengaman, seperti halnya gondola atau rope access yang bisa mengakibatkan kecelakan secara fatal.
  5. Kelelahan fisik maupun faktor ergonomi ketika bekerja di tempat tinggi sehingga mengalami gangguan kesehatan.

Prosedur Evakuasi Menggunakan Rescue Kit

Untuk melakukan Evakuasi darurat TKBT menggunakan Rescue Kit secara aman, perlu mengikuti prosedur yang tepat dalam menggunakan alat. Inilah beberapa langkah yang perlu dilakukan saat melakukan evakuasi menggunakan Rescue Kit:

1. Persiapan

Sebelum akhirnya menggunakan perlengkapan, pastikan terlebih dahulu bahwa seluruh komponen kit dalam keadaan yang layak untuk digunakan. Dari mulai memeriksa tali, carabiner, maupun sistem pengaman lainnya supaya bisa dipastikan bahwa semua perlengkapan berfungsi dengan baik. Selain itu, pastikan pula dilakukan pengecekan secara berkala supaya peralatan siap digunakan kapanpun ketika dibutuhkan.

2. Pastikan Posisi yang Diselamatkan

Apabila semua peralatan dalam kondisi baik, maka langkah selanjutnya yaitu memastikan posisi yang akan diselamatkan secara tepat. Pastikan sebelum menggunakan, posisi haruslah stabil dan untuk menunjang keamanan gunakanlah tali pengaman tambahan supaya bisa menahan korban (jika dibutuhkan).

3. Pasang Tali Evakuasi

Langkah berikutnya yaitu dengan memasang tali evakuasi di titik jangkar yang dipastikan aman. Selain itu, tali pun perlu dipasang secara kuat serta tidak ada gesekan yang bisa menghambat pada saat proses evakuasi. Kemudian, hubungkanlah carabiner tali penyelamat serta ke alat pengaman lainnya.

4. Operasikan Sistem Penyelamatan

Apabila tali sudah terpasang, Anda dapat memulai untuk operasi penyelamatan secara perlahan dengan menurunkan korban ke tempat aman. Untuk menurunkan korban dengan kecepatan yang stabil dan aman, maka gunakanlah mekanisme kontrol pada Rescue Kit.

5. Selesaikan Proses Penyelamatan

Apabila korban telah berhasil diturunkan ke tempat aman, segeralah lepaskan semua tali maupun komponen kit secara perlahan. Selain itu, pastikanlah korban dalam kondisi aman dan lakukan pemeriksaan secara medis (jika dibutuhkan). Seluruh proses penyelamatan perlu dilakukan secara hati-hati sampai selesai supaya meminimalisir resiko lanjutan. Setelah penyelamatan selesai dilakukan, maka bersihkan Rescue Kit dan simpanlah di tempat yang aman.

Pemeriksaan dan Perawatan Rescue Kit

Melakukan pemeriksaan dan perawatan secara rutin pada Rescue Kit, dapat memperpanjang usia penggunaan alat tersebut. Adapun untuk dapat menyimpan dan merawat ya, Anda dapat melakukan beberapa cara berikut ini:

1. Penyimpanan

  • Semua peralatan haruslah disimpan di ruangan yang sejuk, kering, dan jauh dari paparan sinar UV.
  • Hindarilah cairan kaustik, minyak, maupun asam.
  • Tali hanya boleh dikeringkan secara alami.
  • Disimpan di tas atau kotak peralatan yang digunakan haruslah memiliki daya tahan yang kuat, supaya terhindar dari kerusakan karena gesekan ataupun pengaruh eksternal.

2. Perawatan

Untuk menunjang evakuasi darurat TKBT menggunakan Rescue Kit secara aman, maka semua peralatan perlu dirawat secara rutin. Hal ini dilakukan supaya dapat memastikan bahwa semua peralatan dalam kondisi yang baik. Dimana nantinya disarankan untuk memeriksa alat sebelum maupun sesudah digunakan dan mencucinya menggunakan sabun atau air, lalu biarkan kering secara alami. Untuk menguasai lebih jauh kemampuan evakuasi darurat TKBT menggunakan Rescue Kit, bisa mengikuti pelatihan TKBT di PT Mandiri Maha Daya. Disini Anda akan dibimbing langsung oleh tenaga profesional dari Kemenaker, mendapatkan sertifikasi yang telah diakui, dan biaya yang terjangkau. Untuk daftarnya bisa dilakukan secara online.