Listrik telah menjadi bagian penting dan tak terpisahkan dalam kehidupan manusia. Namun, terkadang kita masih tidak sadar akan potensi bahaya yang bisa terjadi, salah satunya korsleting listrik. Baik itu di rumah, maupun di lingkungan kerja. Dengan memahami apa itu korsleting listrik, tanda-tandanya, faktor penyebab, hingga pencegahannya, dapat membantu meminimalisir terjadinya kondisi darurat, seperti kebakaran. Untuk itu, simak informasi selengkapnya pada artikel di bawah ini!
Pengertian Korsleting
Korsleting atau arus pendek adalah kondisi ketika aliran listrik mengambil jalur yang tidak semestinya, menyebabkan lonjakan arus listrik yang berbahaya. Biasanya terjadi karena adanya hubungan langsung antara kabel positif dan negatif tanpa hambatan, sehingga memicu panas berlebih, percikan api, bahkan kebakaran. Tidak heran, jika korsleting menjadi kondisi yang berbahaya di lingkungan kerja, terutama area yang menggunakan banyak peralatan listrik. Maka dari itu, mengimplementasikan standar K3 listrik di lingkungan kerja menjadi aspek yang penting untuk mencegah kecelakaan akibat bahaya listrik.
Mekanisme Korsleting
Seperti yang sudah kamu baca sebelumnya, kalau korsleting listrik terjadi akibat aliran listrik menyimpang dari jalur yang semestinya. Namun, aliran listrik ini tidak langsung menyebabkan korsleting, melainkan terjadi dengan melalui beberapa proses atau tahapan.
Pertama, korsleting terjadi karena isolasi kabel rusak atau terkelupas dan memungkinkan konduktor positif dan negatif bersentuhan langsung, sehingga ada aliran arus listrik tidak terkendali. Akibat kontak langsung itulah yang menyebabkan resistansi atau hambatan dalam rangkaian listrik menurun drastis, sehingga arus meningkat secara signifikan. Nah, peningkatan arus ini akan menghasilkan panas berlebihan dan membuat isolasi kabel meleleh, sehingga mengakibatkan adanya percikan api dan kebakaran.
Ciri-ciri atau Tanda Awal Korsleting Listrik
Sama halnya bahaya lainnya, korsleting listrik juga ada tanda awal atau ciri-ciri tertentu. Ini memungkinkan kamu untuk mengidentifikasi risiko sejak awal agar tidak terjadi kebakaran.
- Adanya getaran pada saklar atau stop kontak
- Bau asap
- Adanya suara “pop” dari stop kontak
- Suhu alat elektronik di ruangan memanas dengan cepat
- Lampu ruangan berkedip secara terus menerus
- Muncul percikan api
- Mati lampu total
- Koneksi kabel longgar
- Koneksi kabel peralatan listrik rusak
- Sambungan kabel listrik berantakan
Faktor Penyebab Korsleting
Selain mengetahui beberapa ciri-ciri korsleting listrik di atas, kamu juga tahu apa yang menyebabkan kondisi ini bisa terjadi. Berikut ini beberapa faktor penyebab korsleting listrik:
1. Banyak Kabel yang Sudah Rusak
Kabel yang lapisannya sudah sobek atau terkelupas bisa menyebabkan arus pendek. Apalagi kalau bagian dalam kabel sampai terlihat, itu tandanya bahaya sudah dekat. Kabel rusak kayak gini bisa bikin arus listrik loncat ke mana-mana dan akhirnya korslet.
2. Adanya Masalah Instalasi Listrik
Instalasi listrik yang asal-asalan, tanpa hitungan yang pas, bisa jadi pemicu utama korsleting. Misalnya, satu jalur listrik dipaksa menanggung terlalu banyak beban, atau pemasangannya tidak sesuai standar. Nah, disinilah pentingnya pakai jasa instalasi listrik yang profesional.
3. Peralatan Listrik Terkena Cairan
Siapa sangka air bisa jadi musuh bebuyutan listrik? Kalau ada peralatan listrik yang kena tumpahan air, entah itu karena kehujanan, bocor, atau tumpah minuman, langsung cabut colokannya. Air bisa menghantarkan arus ke jalur yang nggak seharusnya dan akhirnya korslet.
4. Sambungan Kabel Tidak Rapi
Sambungan kabel yang asal tempel tanpa pengaman, apalagi kalau pakai isolasi seadanya, rentan banget korslet. Sambungan yang longgar juga bisa menimbulkan panas berlebih. Lama-lama bukan cuma korslet, bisa juga melelehkan kabel.
5. Sekring Naik Turun
Kalau sekring di rumah suka “jeglek” sendiri, itu tandanya ada yang nggak beres. Bisa jadi karena arus yang mengalir terlalu besar, atau ada komponen listrik yang bermasalah. Kalau dibiarkan terus, bisa-bisa korsleting jadi kejadian rutin.
6. Kabel yang Digunakan Tidak Sesuai
Tiap kabel punya kapasitas masing-masing. Kalau kabel yang dipakai ukurannya terlalu kecil untuk beban besar, jelas rawan panas dan korslet. Pastikan selalu pakai kabel sesuai kebutuhan dan standar SNI, ya!
7. Stop Kontak Basah dan Sudah Kendur
Stop kontak yang kena air atau sudah longgar itu kombinasi maut. Arus listrik bisa lompat ke bagian luar dan menimbulkan korslet atau sengatan listrik. Jadi, pastikan stop kontak selalu kering dan kokoh.
Pencegahan Korsleting
Ketika kamu sudah mengetahui apa saja penyebab korsleting, maka langkah penting yang harus dilakukan adalah melakukan pencegahan agar tidak terulang kembali melalui tahapan:
- Mengganti semua alat listrik sesuai SNI dan K3 listrik
- Peralatan listrik yang sudah rusak wajib diganti
- Segera putuskan hubungan arus listrik
- Cabut semua peralatan elektronik ketika ada percikan api
- Jauhkan semua peralatan listrik dari barang yang mudah terbakar
- Ganti kabel listrik sesuai kapasitas yang sudah ditentukan
- Mencabut seluruh alat listrik yang tidak digunakan
- Segera atasi masalah instalasi listrik
Standar K3 Listrik
Agar korsleting tidak terjadi, setiap lingkungan kerja wajib menerapkan standar K3 listrik. Seperti halnya yang sudah diatur dalam Peraturan Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi No.5 Tahun 2018 tentang Keselamatan Kerja di Bidang Kelistrikan serta Peraturan Menteri Ketenagakerjaan No.33 Tahun 2015 tentang K3 Listrik di Tempat Kerja.
Pada intinya, peraturan tersebut menjelaskan tentang pentingnya menggunakan peralatan listrik yang aman di tempat kerja sesuai standar K3 listrik. Tujuannya, untuk mencegah terjadinya kecelakaan, seperti korsleting yang menyebabkan kebakaran. Selain itu, peraturan tersebut juga menegaskan pentingnya bekerja aman sesuai standar K3. Mulai dari pemasangan instalasi atau peralatan listrik, perawatan, hingga perbaikannya.
Penutup
Demikianlah pembahasan tentang apa itu korsleting listrik, ciri-ciri, penyebab, cara mengatasi, hingga standar K3 listrik yang perlu diterapkan di lingkungan kerja. Ini penting banget buat kamu pahami, terutama kalau tertarik bekerja di bidang kelistrikan.
Untuk itu, mengikuti pelatihan K3 listrik menjadi langkah yang tepat agar mengetahui prosedur kerja aman di bidang kelistrikan. Dalam hal ini, kamu bisa mengikuti pelatihan teknisi K3 listrik di PT Mandiri Maha Daya. Dengan pengalaman lebih dari 9 tahun, PT Mandiri Maha Daya siap membantu kamu memberikan pelatihan profesional di bidang kelistrikan bersama mentor yang kompeten di bidangnya. Bukan cuma belajar teori saja, kamu juga akan diberikan kesempatan praktik secara langsung. Yuk, langsung isi formulir di bawah ini untuk mengikuti pelatihannya!


