Inspeksi harian harness WAH rigging crane dilakukan supaya aman saat digunakan dan biasanya tali pengaman ini perlu dipasang di benda yang bisa menopang berat apabila terjadi ketidakseimbangan. Selain itu, tali ini juga harus dipasang pada benda yang tidak bergerak dan kokoh. Harness juga yang digunakan pun perlu memenuhi standar yang berlaku sehingga dapat menopang gaya tambahan saat jatuh tanpa membahayakan keselamatan pengguna.
Mengapa Inspeksi Harian Harness Sangat Penting?
Menurut publikasi dari OSHA 2056, terdapat kematian hampir 6.000 kasus di Amerika Serikat pada saat di tempat kerja. Sementara itu, setiap tahunnya ada 50.000 kematian yang disebabkan oleh penyakit yang berkaitan dengan pekerjaan. Selain itu, ada sekitar 5,7 juta cedera yang dialami para pekerja, tetapi tidak terlalu fatal. Untuk cederanya sudah menelan biaya $125 miliar lebih, setiap tahunnya bagi bisnis di AS. Sehingga sangat penting untuk melakukan inspeksi harian harness untuk memastikan APD layak untuk digunakan demi meminimalisir resiko yang dapat membahayakan jiwa. Selain itu, inspeksi ini pun menjadi bukti penerapan sistem K3 yang dilakukan secara konsisten dan menjadi dokumen pendukung audit eksternal dan internal. Dengan kata lain, Inspeksi harian harness WAH rigging crane bukan hanya sekedar proses administratif yang perlu dilalui, tetapi langkah strategis dalam melindungi keselamatan pekerja.
Komponen Harness yang Wajib Diperiksa
Inspeksi harian harness WAH rigging crane harus dilakukan keseluruh alat, guna menjamin kelayakannya. Adapun komponen-komponen yang wajib diperiksa dengan mendetail adalah sebagai berikut:
1. Tali Harness (Webbing)
Komponen ini merupakan bagian utama dalam menahan beban tubuh, pemeriksaan yang dilakukan diantaranya adalah mengecek apakah ada keausan yang disebabkan oleh gesekan, robekan atau sobekan, perubahan tekstur atau warna, dan tanda terpapar bahan kimia atau mudah terbakar.
2. Titik Tambat dan D-Ring
Saat melakukan pemeriksaaan komponen logam, pastikan untuk memeriksa apakah terdapat korosi atau karat, retak halus, tapi tajam yang menyebabkan kerusakan pada webbing, dan perubahan bentuk atau deformasi.
3. Jahitan (Stitching)
Komponen ini memiliki fungsi untuk dapat pengikat struktur harness secara baik, tetapi jika terdapat jahitan yang rusak maka dapat menyebabkan kegagalan total. Dengan begitu, pastikan untuk tidak terdapat benang yang putus, tidak terdapat jahitan yang lepas, dan pastikan pola jahitannya masih rapat dan utuh.
4. Shock Absorber dan Lanyard
Cobalah untuk mengecek apakah ada kerusakan struktur internal, terdapat robekan pada penutupan shock absorber, dan kerusakan pada struktur internal.
5. Adjuster dan Buckle
Komponen ini berfungsi untuk dapat mengatur ukuran dan mengunci. Selain itu, pada saat inspeksi harian harness WAH rigging crane dilaksanakan, pastikan tidak ada kemacetan atau kelonggaran, mekanisme pengunci dapat bekerja dengan normal, dan dapat menahan beban sesuai desain yang digunakan.
Pemeriksaan Lanyard dan Konektor
Dalam inspeksi harian harness WAH rigging crane melibatkan pemeriksaan konektor dan lanyard. Adapun untuk melakukannya adalah sebagai berikut:
1. Pemeriksaan Lanyard
- Webbing: Cobalah tekuk bagian tali sepanjang 15 cm sampai dengan 20 cm sehingga terbentuk menjadi huruf U, periksa juga apakah terdapat robekan atau sobekan, jamur,bekas terbakar, atau kerusakan karena kimia.
- Jahitan: Periksalah jahitan tidak terdapat sobekan, kelonggaran, benang hilang, ataupun merenggang.
- Perangkat keras: Untuk kait jepret, gesper, atau kait jepret pintu harus terbuka secara lancar dan menutup secara otomatis. Selain itu, cobalah periksa apakah ada korosi, keretakan, serpihan, dan kerusakan karena panas.
- Label: Tulisan pada label harus terbaca dan jika hilang atau tidak terbaca, segera hentikan penggunaannya.
- Penyerap energi: Lakukan pengecekan pada kemasan luar yang digunakan untuk sobekan atau lubang bekas terbakar. Selain itu, lihatlah apakah terdapat tanda-tanda pengaktifan atau bendera peringatan. Apabila sudah diaktifkan, lepaskanlah dengan segera.
- Tali pengaman kabel: periksalah apakah terdapat perubahan warna, kerusakan, pengikisan, atau pemisahan kawat.
- Tali pengaman tali: pastikan tali tidak terdapat bekas bakar, sobekan, sambungan tidak rapi, lecet, atau jamur.
2. Pemeriksaan konektor
Dalam melakukan inspeksi harian harness WAH rigging crane pada konektor, inilah beberapa hal yang perlu diperhatikan sehingga konektor layak digunakan,
- Memeriksa dengan teliti pada penyimpangan, karat maupun permukaan berlubang, dan retakan apapun.
- Memastikan pegas pengait tidak rusak dan tenaga yang dikeluarkan pun dapat membuka maupun menutup kait secara kuat.
- Memeriksa dudukan kait pengaman apakah aman atau tidak, dengan memastikan dalam rongga terdapat efek mengikat atau menempel. Selain itu, bagian tersebut pun tidak boleh memiliki penyimpangan maupun terhalang.
Langkah-Langkah Inspeksi Harian Harness
Dalam melakukan inspeksi harian harness WAH rigging crane, ada beberapa langkah yang perlu dilakukan supaya pemeriksaan maksimal. Dimana nantinya akan dilakukan pemeriksaan visual secara menyeluruh pada seluruh bagian harness.
1. Periksa Setiap Tali
Periksa dengan seksama dan perhatikan apakah ada simpul. Gorengan, atau kerusakan yang nantinya bisa mengurangi kekuatan tali. Cobalah untuk fokus memeriksa bagian ujung tali yang terkena keausan atau gesekan.
2. Perhatikan Klip dan Pengait
Langkah selanjutnya periksalah klip atau pengait guna memastikan tidak adanya aus, kelengketan, atau kerusakan yang nantinya dapat menghambat fungsi mereka. Selain itu, penting juga untuk dapat memastikan klip bisa terkunci maupun terbuka secara mudah tanpa adanya hambatan.
3. Periksa Berbagai Bagian Bergerak.
Periksalah berbagai bagian yang bisa bergerak seperti halnya bagian pengait dan pelampung. Pastikan bagian tersebut dapat bergerak sesuai fungsinya.
4. Perhatikan Bagian Pengait dan Pengencang
Memeriksa bagian pengencang dan pengait sangatlah penting. Pastikan tidak ada kerusakan maupun keausan yang dapat mempengaruhi fungsinya.
5. Tag Instruksi dan Label
Periksalah informasi yang ada pada label dan tag instruksi, pastikan bahwa tulisannya masih terbaca sesuai dengan standar keselamatan.
6. Fall Arrest System (Cek Penahan Jatuh)
Pastikan tidak ada kerusakan ataupun kebocoran pada bagian energi penyerap dan semua bagian berfungsi secara baik.
7. Memeriksa Pengaturan Ukuran dan Kekencangan
Pastikan tali tidak kendur dan harus tetap kencang setelah digunakan.
8. Melakukan Pemeriksaan Sambungan dan Stitches
Periksalah semua sambungan dan jahitan pada harness. Lalu pastikan tidak ada sambungan yang lemah ataupun jahitan putus.
9. Simulasi Penggunaan
Langkah terakhir yang dapat dilakukan yaitu dengan melakukan simulasi penggunaan harness secara benar. Inspeksi harian harness WAH rigging crane ini perlu memastikan semua pengait dan klip berfungsi dengan baik.
Penyimpanan dan Perawatan Harness
Menyimpan dan melakukan perawatan secara benar dapat membantu body harness memiliki masa pakai lebih lama lagi karena performa atau kekuatannya terjaga. Adapun cara merawatnya adalah sebagai berikut:
- Lap semua permukaan yang terlihat kotor menggunakan spon (telah dibasahi air deterjen atau sabun)
- Bilas dengan air bersih
- Gantung dan biarkanlah kering menggunakan angin alami
- Hindari menjemur secara langsung dibawah sinar matahari atau sumber panas dalam jangka waktu yang lama.
- Hindari mencuci menggunakan mesin cuci
- Hindari mengeringkan harness berbahan polyester dan nilon menggunakan dryer atau mesin pengering
Setelah dicuci, maka simpanlah di ruangan bersuhu sejuk, bebas kelembaban, dan kering. Selain itu, pastikan juga digantung oleh gantungan yang kuat agar bentuknya tidak berubah dan jauhkanlah dari sinar matahari, oli, bahan kimia, dan sumber panas supaya material nilon tidak mengalami kerapuhan. Untuk mengetahui lebih jauh mengenai penggunaan Harness yang aman itu seperti apa, terutama bagi calon pekerja TKBT, bisa mengikuti pelatihan TKBT di PT Mandiri Maha Daya. Disini Anda akan dibimbing oleh para profesional yang sudah memiliki pengalaman dibidang Health, Safety, and Environment dan sudah ada sekitar 980 lebih yang mengikuti pelatihan disini. Untuk daftarnya pun cukup mudah karena dapat dilakukan secara online.


