Vertical Rescue

Panduan Lengkap Kapan Teknik Vertical Rescue Ini Digunakan

Kapan teknik vertical rescue ini digunakan menjadi pertanyaan yang sering digunakan saat melakukan penyelamatan. Hal ini karena setiap medan penyelamatan memiliki karakteristik yang berbeda. Sehingga teknik evakuasi yang digunakan sangat bergantung dengan jalur penyelamatan.

Apa Itu Vertical Rescue?

Vertical rescue merupakan metode penyelamatan yang biasanya dilakukan pada korban yang terisolasi atau berada di medan terjal ke tempat yang jauh lebih aman. Dimana teknik ini seringkali digunakan untuk evakuasi yang dilakukan di reruntuhan bangunan, tebing, menara dan lain sebagainya. Selain itu, aktivitas ini masuk ke dalam bagian SAR yang biasanya dilakukan seperti menyusur goa, pemadaman kebakaran, panjat tebing, dan lain sebagainya. Namun, dalam proses evakuasi dengan menggunakan teknik ini tidak bisa dilakukan oleh semua orang karena membutuhkan skill khusus. Untuk melakukan penyelamatan tersebut membutuhkan beberapa peralatan, seperti halnya katrol, pengunci tali, dan lain sebagainya. Sehingga penting untuk mengetahui kapan teknik vertical rescue ini digunakan karena tidak semua evakuasi membutuhkan teknik ini.

Kapan Teknik Vertical Rescue Ini Digunakan?

Teknik vertical dilakukan ketika korban berada di medan atau area yang terjal, ruang terbatas, ketinggian. Dimana medan ini cenderung memiliki jarak yang sulit untuk dijangkau secara normal dan memiliki jarak vertikal yang cenderung jauh. Untuk lebih jelasnya, kapan teknik vertical rescue ini digunakan simak ulasan berikut ini!

Karakteristik Medan

  • Lubang atau sumur vertikal: Teknik ini digunakan ketika ada seseorang yang jatuh ke dalam silo, sumur, atau manhole
  • Jurang tebing: Dilakukan ketika terdapat warga atau pendaki yang perlu dilakukan evakuasi di daerah penggunaan maupun tebing terjal
  • Reruntuhan bangunan: Korban terjebak di dalam reruntuhan bangunan dan aksesnya terbatas
  • Menara dan gedung tinggi: Evakuasi korban yang berada di tower komunikasi maupun gedung bertingkat.

Karakteristik Situasi

  • Teknik ini dilakukan apabila penyelamatan dan korban terpisah dengan jarak vertikal yang jauh
  • Memindahkan korban dilakukan dari titik rendah ke titik yang jauh lebih tinggi maupun sebaliknya
  • Jalur evakuasi membutuhkan jangkar, katrol, sistem tali, maupun alat pengaman yang khusus.

Kondisi yang Membutuhkan Vertical Rescue

Dalam evakuasi korban ada teknik yang bisa digunakan dari mulai horizontal, diagonal, dan vertikal. Adapun kapan teknik vertical rescue ini digunakan, itu tergantung dari kondisi yang dialami. Biasnya, inilah beberapa kondisi yang membutuhkan teknik vertikal.

Kecelakan Kerja Di Jurang Maupun Tebing

Apabila terdapat warga maupun pendaki yang mengalami jatuh dan pada akhirnya terjun di dasar jurang atau tebing terjal, biasanya rescue nya menggunakan metode vertikal. Untuk memudahkan proses evakuasi.

Kecelakan Kerja Di Ketinggian

Evakuasi dilakukan ketika pekerja mengalami kecelakaan atau insiden jatuh dari ketinggian. Biasanya ini dialami oleh pekerja pembersih kaca gedung, pekerja bangunan, maupun para teknisi menari.

Kecelakaan Kerja Di Ruang Terbatas

Vertical rescue dibutuhkan ketika akan melakukan evakuasi kepada para pekerja yang terjebak di silo, sumur, lubang tambang, atau tangka sempit.

Reruntuhan Atau Terkena Bencana Alam

Memindahkan korban yang mengalami bencana alam atau reruntuhan dan berusaha untuk memindahkannya dari struktur bangunan bertingkat yang runtuh dan akses tangganya mengalami kerusakan atau putus.

Berada Di Medan Ekstrim

Penyelamatan atau evakuasi korban yang berada di lereng curam atau di dalam goa dan membutuhkan sistem tali khusus.

Vertical Rescue

Persiapan Sebelum Melakukan Vertical Rescue

Saat melakukan keselamatan, tidak hanya perlu tahu mengenai kapan teknik vertical rescue ini digunakan, tetapi juga penting mengetahui persiapan apa saja yang perlu dilakukan. Sebelum akhirnya penyelamatan dilakukan.

Persiapan Personel

Persiapan ini meliputi kesehatan fisik yang perlu dipastikan dalam keadaan stabil. Hal ini karena penyelamat perlu memiliki kondisi yang prima dan tidak memiliki riwayat penyakit berbahaya. Seperti halnya penyakit jantung ataupun vertigo. Tidak hanya itu, tim penyelamat pun perlu memiliki kesiapan mental yang baik. Sehingga dapat mengatasi situasi yang sulit dengan tenang dan dapat mengambil keputusan secara cepat dan tepat meskipun dalam tekanan.

Pemeriksaan Alat

Periksalah kelayakan penggunaan alat-alat dan pastikan seluruhnya dalam keadaan yang baik, dan tidak dalam kondisi aus. Selian itu, periksa juga APD yang nantinya digunakan dapat pakai oleh seluruh para petugas saat melakukan penyelamatan.

Asesmen Lokasi

Setelah melakukan pemeriksaan alat, maka perlu mengidentifikasi dengan memeriksa gedung, ruang terbatas, atau tebing untuk dapat mengenali potensi bahaya susulan. Sepertinya struktur rapuh, batu longsor, atau kabel listrik. Selain itu, penentuan jalur pun perlu dilakukan sehingga evakuasi dapat dilakukan secara aman.

Prosedur Komunikasi  Dan Keselamatan

Siapkan rencana evakuasi termasuk rencana darurat apabila korban atau petugas rescue mengalami kendala pada saat proses penyelamatan. Selain itu, penting juga untuk menyepakati isyarat tangan maupun arti dari kode suara antara penyelamat bagian atas maupun bawah dan belayer supaya koordinasi berjalan lancar.

Keselamatan dalam Operasi Vertical Rescue

Kapan teknik vertical rescue ini digunakan, menjadi salah satu pertimbangan sebelum akhirnya merencanakan penyelamatan. Selain itu, keselamatan selama proses evakuasi sangatlah penting untuk meminimalisir terjadinya kecelakaan maupun cedera fatal. Adapun untuk menunjang evakuasi, maka ikutilah prosedur keselamatan berikut ini!

Dual Rope System

Gunakanlah jalur utama yaitu lowering atau hauling dan jalur pengaman secara terpisah untuk dapat mencegah kemungkinan terjatuh, ketika salah satu dari tali utama mengalami masalah atau kegagalan.

Memeriksa Alat Dan Menjaga Komunikasi

Pastikan untuk memastikan kelayakan tali carabiner, karmantel, harness, sampai dengan APD atau alat pelindung diri yang digunakan sebelum akhirnya terjun melakukan evakuasi. Selain itu, komunikasi tim pun perlu dijaga sehingga koordinasi dapat dijalankan secara baik.

Mengikuti SOP Yang Berlaku

Lakukan semua evakuasi menggunakan tatacara yang sesuai dengan SOP penyelamatan yang berlaku. Baik dari teknik pemindahan korban dengan cara menaikan maupun menurunkannya.

Kesimpulan

Kapan teknik vertical rescue ini digunakan yaitu saat kecelakaan kerja terjadi di jurang maupun tebing, ruang terbatas, terkena bencana alam, dan berada di medan yang ekstrim. Dimana penyelamatan ini pun tidak bisa dilakukan oleh sembarang orang tanpa kemampuan yang mumpuni karena sangat beresiko. Sehingga tim rescue perlu memiliki kemampuan yang memadai dan sudah memiliki sertifikasi yang diakui oleh Kemnaker RI.  Salah satu cara untuk mendapatkannya yaitu dengan mengikuti Pelatihan Vertical Rescue di PT Mandiri Maha Daya. Dimana lembaga ini sudah diakui oleh Kemnaker dan didukung oleh para tenaga ahli yang nantinya membina Anda.