Standby Rescue

Teknik Standby Rescue Darurat Tanpa Peralatan Listrik

Teknik standby rescue darurat tanpa peralatan listrik di pabrik tekstil tertutup dapat dilakukan selama mengikuti prosedur yang berlaku. Mengingat pabrik yang tertutup memiliki resiko menghadapi berbagai macam bahaya seperti ledakan, sengatan listrik, hingga terpapar panas yang ekstrim.

Mengenal Teknik Standby Rescue Darurat

Teknik penyelamatan siaga darurat merupakan sebuah prosedur  untuk melakukan penyelamatan secara terencana. Dimana nantinya rescue team akan berjaga di lokasi yang dinilai resikonya tinggi untuk dapat langsung bertindak saat terjadinya kondisi darurat. Teknik ini bukan hanya pertolongan setelah kecelakaan, melainkan strategi pencegahan yang wajib diimplementasikan pada seluruh pekerjaan dengan tingkat bahaya yang ekstrim. Adapun karakteristik dari teknik ini sendiri yaitu melakukan penempatan tim di lokasi tertentu dan menyiapkan peralatan yang dibutuhkan. Tidak hanya itu saja, tetapi juga perlu melakukan perencanaan yang matang dalam melakukan penyelamatan. Dimana itu dilakukan sebelum aksi evakuasi menggunakan teknik standby rescue darurat tanpa peralatan listrik di pabrik tekstil tertutup.

Risiko Darurat di Pabrik Tekstil Tertutup

Pabrik tekstil tertutup memiliki resiko yang dapat membahayakan nyawa pekerja yang ada di dalamnya bahkan orang-orang yang ada di sekitar lokasi tersebut.. Salah satunya untuk mengatasi hal tersebut yaitu dengan teknik standby rescue darurat tanpa peralatan listrik di pabrik tekstil tertutup. Adapun beberapa risiko tersebut adalah sebagai berikut!

  • Terjadinya Ledakan Dan Kebakaran

Penumpukan serat kain, debu, maupun serpihan halus di udara pada ruang tertutup sangat mudah untuk tersulut oleh api. Sehingga hal tersebut meningkatkan resiko kebakaran dan ledakan yang signifikan, terlebih apabila pabrik menggunakan cairan atau pelarut yang mudah terbakar untuk pencetakan pewarnaan.

  • Mengalami Keracunan

Biasanya saat melakukan  pencelupan atau finishing kain menggunakan bahan kimia yang berbahaya. Pada ruangan tertutup dengan sirkulasi udara buruk dapat memicu penumpukan uap pelarut atau gas beracun yang dapat berbahaya bagi pernapasan.

  • Terjepit Mesin

Ruang tertutup di area tekstil dapat membatasi kebebasan dalam bergerak. Hal ini meningkatkan kecelakaan kerja karena terpapar bagian mesin yang berputar tanpa adanya jalur henti darurat dan itu pun sulit untuk dijangkau.

  • Sulit Evakuasi

Pabrik tekstil dengan ruang tertutup kerap kali memiliki tata letak jalur evakuasi yang tidak memadai karena terhalang oleh bahan baku yang digunakan untuk operasional. Hal tersebut dapat menyulitkan usaha untuk melakukan penyelamatan ketika adanya kecelakan ataupun kebakaran terjadi.

Standby Rescue

Teknik Standby Rescue Tanpa Peralatan Listrik

Teknik standby rescue darurat tanpa peralatan listrik di pabrik tekstil tertutup merupakan metode dalam penyelamatan di lokasi yang berbahaya, seperti halnya di ruang terbatas. Teknik ini sendiri sepenuhnya menggunakan sistem mekanis non listrik, tenaga manual, dan perencanaan berbasiskan manusia. Sehingga menjadi kewajiban untuk dapat menguasainya karena dapat membantu mengantisipasi keadaan darurat. Seperti halnya terjadinya ledakan, peralatan elektronik mengalami kegagalan fungsi, dan sumber listrik padam. Adapun teknik ini mencakup,

1. Pertama, sistem mekanis manual yang menggunakan tripod dan katrol, tali penyelamatan, dan winch manual.

2. Kedua, komunikasi menggunakan isyarat tali apabila tidak ada radio

1 hentakan artinya ‘okay’

2 hentakan artinya tambah kelonggaran

3 hentakan artinya kencangkan tali

4 hentakan atau lebih artinya ‘help’ (dapat diartikan sebagai kondisi darurat sehingga perlu segera ditarik untuk keluar)

Selain menggunakan hentakan tali, dapat juga menggunakan peluit sandi untuk dapat menembus kebisingan di lokasi dan menggunakan baterai atau senter dengan baterai kering. Sehingga tidak memicu percikan api lagi.

3. Ketiga, evakuasi fisik dengan menggunakan sistem tambatan, tandu evakuasi plastik atau nonlogam, dan metode tarikan tim.

Peralatan Manual untuk Standby Rescue

Saat menggunakan teknik standby rescue darurat tanpa peralatan listrik di pabrik tekstil tertutup akan menggunakan beberapa peralatan yang dapat membantu penyelamatan lebih aman. Untuk peralatannya sendiri yaitu sebagai berikut!

  • Peralatan Evakuasi

Alat-alat ini dirancang secara khusus memang untuk membantu mengangkat, memindahkan, dan menyelamatkan korban dari area yang berbahaya ke tempat yang jauh lebih aman. Adapun untuk peralatannya sendiri yaitu tandu lipat, basket stretcher, dan scoop stretcher

  • Akses Darurat Dan Alat Bongkar

Peralatan ini merupakan kumpulan dari berbagai macam perkakas khusus yang biasanya digunakan petugas penyelamatan. Untuk dapat membuka paksa akses yang mengalami halangan ketika situasi darurat. Seperti halnya bolt cutter dan Halligan bar/Pry bar.

  • Rope Access

Alat ini digunakan untuk membantu para penyelamat bergerak di posisi ketinggian atau area yang tidak mudah dijangkau secara aman menggunakan tali.

  • Ascender Dan Descender

Peralatan yang sering digunakan dalam penyelamatan sebagai pengaman. Adapun peralatan tersebut diantaranya adalah harness dan carabiner, kotak P3K, APD, kacamata serta sarung tangan pelindung, dan helm rescue.

Tips Mempersiapkan Tim Standby Rescue

Untuk menggunakan teknik standby rescue darurat tanpa peralatan listrik di pabrik tekstil tertutup, tim perlu memenuhi syarat maupun aturan dalam penyelamatan yang berlaku. Mengingat evakuasi dilakukan di area terbatas. Adapun untuk dapat membantu tim Standby Rescue lebih siap, inilah beberapa tips nya!

  • Memenuhi Kualifikasi

Pastikan seluruh pekerja yang masuk ke dalam tim sudah memiliki sertifikasi khusus dan pelatihan medis dasar secara resmi dari lembaga yang sah. Selain itu, peran dan tugas sudah dipahami oleh tiap-tiap anggota. Baik itu menjadi attendant, entry supervisor, atau pun Rescuer.

  • Kit Rescue

Menyediakan perlengkapan APD khusus, seperti halnya helm penyelamat, baju tahan api maupun kimia, full body harness, serta sepatu safety. Selain itu, perlu juga menyiapkan SCABA dan EEBA yang terisi penuh dan sudah siap pakai. Terkahir, alat evakuasi mekanis dan detektor gas pun perlu disiapkan untuk mendukung penyelamatan.

  • Membuat Rencana Tanggap Darurat Dan Prosedur

Perencanaan penyelamatan secara tertulis sebelum evakuasi dilakukan yang didasarkan oleh analisis risiko di lokasi kerja, supaya tim dapat bergerak secara terkoordinasi, bergerak cepat, dan aman. Dimana nantinya,juga menggunakan sistem komunikasi sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan. Dengan begitu, upaya evakuasi lebih aman meskipun di ruang tertutup.

  • Simulasi

Buatlah simulasi atau skenario penyelamatan, sebelum akhirnya melakukan penyelamatan. Hal ini dilakukan untuk dapat memastikan alat seluruhnya berfungsi dengan baik dan seluruh pekerja dalam tim memahami perannya masing-masing.

  • Koordinasi Eksternal

Sebelum akhirnya turun untuk melakukan penyelamatan, hubungi klinik atau rumah sakit untuk dapat memastikan siap menerima pasien akibat keracunan gas atau trauma. Selain itu, sediakan pula kendaraan darurat di lokasi sehingga korban dapat langsung bisa dilarikan ke rumah sakit.

Kesimpulan

Teknik standby rescue darurat tanpa peralatan listrik di pabrik tekstil tertutup, digunakan untuk penyelamatan secara aman dan cepat. Sehingga tidak memicu keracunan, ledakan, dan sebagainya. Sehingga tim rescue perlu terlatih untuk melakukan evakuasi. Apabila Anda berencana menjadi bagian dari tim rescue di pabrik tekstil tertutup atau ruang terbatas dapat mengikuti pelatihan K3 Confined Space di PT Mandiri Maha Daya. Dimana lembaga ini sudah diakui secara resmi oleh Kemnaker dan telah menjadi mitra pelatihan bagi 980 lebih perusahaan.